News

Waspada, Kasus Penipuan Libatkan Pelajar Marak di Kota Banjar

Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu Nandang Rokhmana mengatakan, kasus penipuan yang melibatkan pelajar sedang marak terjadi di Kota Banjar.


Waspada, Kasus Penipuan Libatkan Pelajar Marak di Kota Banjar
Ilustrasi - Police Line (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu Nandang Rokhmana mengatakan, kasus penipuan yang melibatkan pelajar sedang marak terjadi di Kota Banjar.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada para pelajar untuk tidak mudah percaya dengan orang tidak dikenal.

“Sedang marak terjadi, pelaku mengincar anak sekolah,” kata Nandang di Kota Bandjar, Senin (29/11/2021).

Nandang menjelaskan, dilihat dari beberapa kejadian yang sudah terjadi, pelaku melancarkan aksinya menggunakan modus meminta antar kepada korban.

“Kebanyakan korbannya anak sekolah yang sedang berjalan kaki untuk berangkat ke sekolah. Pelaku menggunakan modus meminta antar kepada si korban,” jelasnya.

Seperti yang menimpa salah seorang siswi SMK Maarif NU Kota Banjar pada Selasa, 23 November 2021 lalu. Korban berinisial NH itu dihampiri orang tidak dikenal saat berjalan kaki untuk berangkat ke sekolahnya. Sedangkan, peristiwa serupa juga menimpa dua orang siswa SMP Muhammadiyah 1 Wanareja, pada Sabtu, 27 November 2021 kemarin.

Peristiwa itu diunggah oleh salah seorang warganet di media sosial Facebook dengan nama akun Shinta Intan Widyati.

Warganet tersebut mengunggah dua buah foto hasil rekaman kamera pengintai yang memperlihatkan salah seorang diduga pelaku penipuan dan penggelapan sedang menggunakan sepeda motor.

Dari unggahannya itu, warganet tersebut menambahkan keterangan atau caption berisi pernyataan dan imbauan untuk tidak menggunakan handphone ketika sedang berada di luar rumah, terutama untuk anak-anak yang sering menjadi sasaran empuk tindak pidana kejahatan.

Atas dasar iru, Nandang mengimbau kepada anak-anak sekolah untuk tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal. Kemudian, menghindari tempat sepi yang dapat mengundak tindak kejahatan.

“Hati-hati, jangan mudah percaya dengan orang yang baru kita kenal, hindari tempat sepi, dan mengimbau kepada orang tua untuk tidak memberikan fasilitas kendaraan sebelum umur yang ditentukan. Termasuk ke sekolah anak-anak untuk tidak membawa handphone ketika jam sekolah atau jam belajar,” pungkasnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Jabar News Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Jabar News. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Jabar News.