News

Waspada, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Terus Bergerak Naik

Kasus Covid-19 di Jakarta terus merangkak naik setelah beberapa bulan belakangan melandai


Waspada, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Terus Bergerak Naik
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengaku kasus Covid-19 di Jakarta terus merangkak naik setelah beberapa bulan belakangan jumlah pasien penyakit menular ini disebut melandai. Tren kenaikan kasus ini teridentifikasi sepekan belakangan.

Widyastuti mengatakan, sekarang ini jumlah kasus aktif di Jakarta sudah mencapai 7000 orang sedang yang dirawat di berbagai rumah sakit di Jakarta. Kata dia, ada peningkatan signifikan sebab kasus Covid-19 aktif sebelumnya adalah 6000. 

"Pandemi belum selesai, angka kasus aktif di DKI Jakarta saat ini 7000. Angka ini bergerak terus naik padahal kita sempat di posisi 6000," kata Widyastuti dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (6/5/2021).

Khawatir DKI kembali mengalami lonjakan sebagaimana ledakan kasus yang terjadi pada akhir 2020 lalu, Widyastuti meminta masyarakat mentaati semua  protokol kesehatan dari pemerintah. Jangan sampai lengah apalagi menganggap enteng wabah  ini.

"Warga kita minta untuk disiplin dalam penerapan 3 M atau protokol kesehatan," tuturnya.

Seiring dengan kenaikan kasus itu, Widyastuti tidak menampik jika grafik angka kematian gara-gara wabah ini juga meningkat. Dia tidak menjelaskan secara rinci jumlah kematian penderita corona selama sepekan terakhir.

Sebagai gambaran, data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terhitung sejak Maret tahun lalu, jumlah kematian karena corona di DKI sudah mencapai  6.830 orang dengan tingkat kematian 1,7 persen. Jakarta menjadi penyumbang kasus kematian terbanyak di Indonesia. Tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen

"Bahwa meskipun memang terlihat trennya sudah sangat menurun tetapi di minggu terakhir ini sudah sedikit bergerak naik begitu juga dengan kasus kematian yang sudah turun sedikit ada peningkatan tentunya," ucapnya.

Widyastuti menyebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus berupaya memerangi  wabah ini dengan fokus melakukan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) atau 3T.

Disamping itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus  berupaya mengebut proses vaksinasi di Ibu Kota. Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menggunakan dua vaksin memberantas wabah ini, yakni  vaksin Sinovac yang sudah dipakai sejak  awal tahun lalu dan vaksin Astrazeneca yang mulai digunakan pada Rabu (5/5/2021) kemarin

"Artinya kewaspadaan kita untuk terjadi peningkatan kasus harus terus-menerus kita lakukan dan tentu kewajiban pemerintah dengan menetapkan 3T termasuk penyiapan vaksin," tutupnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co