Lifestyle

Waspada Kanker Hati Jika Maag Semakin Parah, Ini Gejalanya

Maag bisa saja merupakan gejala kanker hati, Jadi, saat maag tak kunjung sembuh segera lakukan pemeriksaan. Perhatikan pula gejala yang menyertainya


Waspada Kanker Hati Jika Maag Semakin Parah, Ini Gejalanya
Ilustrasi - kanker hati (FREEPIK)

AKURAT.CO, Maag adalah rasa nyeri pada perut akibat kondisi yang terjadi pada lambung. Maag sering kali disepelekan karena cukup umum dan dianggap mudah disembuhkan.

Namun, dr. Irsan Hasan Sp.PD, KGEH mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan maag, apalagi bila tidak kunjung sembuh meski sudah diobati. Dokter Irsan memperingati itu bisa saja merupakan gejala kanker hati. 

"Kanker adalah penyakit progresif yang semakin lama semakin memburuk, sementara penyakit maag hilang dan timbul. Jadi, jika rasa sakitnya tak kunjung hilang dan makin memburuk meski sudah diobati, segera periksakan ke dokter untuk menjalani USG dan endoskopi," kata Irsan dalam webinar kesehatan, dikutip AKURAT.CO pada Rabu, (29/9/2021).

Selain rasa sakit yang memburuk, kamu juga harus waspada jika terjadi penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. Kanker hati juga sering ditandai dengan perut membesar, kulit dan mata menguning, nyeri pada perut, mudah memar dan pendarahan.

"Kalau kanker semakin besar, berat badan turun. Kalau sakit maag terus menerus dan badan semakin kurus, hati-hati." imbuhnya. 

Untuk memastikan kondisi pasien yang sebenarnya, perlu pemeriksaan lebih lanjut seperti USG hati, pengukuran Alfa Feto Protein (AFP) dan Protein Induced by Vitamin K Absence or Antagonist (PIVKA II).

Apabila ditemukan tanda kanker hati, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, meliputi biopsi hati, MRI abdomen dan CT-scan abdomen.

Berikut beberapa faktor risiko kanker hati: 

  • Usia lanjut.
  • Berasal dari keluarga dengan riwayat kanker hati.
  • Sirosis hati.
  • Diabetes.
  • Obesitas.
  • Merokok.
  • Alkohol.
  • Paparan bahan kimia tertentu.

"Pasien dengan penyakit hati kronis walau fisiknya terlihat baik-baik saja tetap harus dalam pengawasan dan rutin memeriksakan diri sebelum terlambat. Kanker hati juga berisiko untuk orang-orang yang memiliki riwayat genetik penyakit tersebut," jelas Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia itu.

Sementara upaya pencegahan kanker hati yang bisa kamu lakukan, di antaranya: 

  • Vaksinasi hepatitis.
  • Melakukan deteksi dini terhadap kanker hati.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman.
  • Menggunakan alat pelindung diri saat kontak atau berdekatan dengan bahan kimia.

"Pencegahan kanker hati bisa juga dilakukan dengan vaksinasi hepatitis untuk bayi, skrining ibu hamil untuk memastikan virus hepatitis tidak tertular kepada bayi. Sebab, masalah kanker hati besar di Indonesia karena tingkat hepatitis juga tinggi," kata Irsan.

Adapun kanker hati merupakan penyebab kematian karena kanker peringkat ke-4 di Indonesia, dengan jumlah kasus yang mencapai 21.392 orang pada tahun 2020.[]