Ekonomi

Waspada IHSG Jenuh, Koleksi Saham Ini Bikin Dikejar-kejar Cuan!

Pola candlestick bearish thrusting terbentuk pada IHSG secara teknikal dengan membawa signal koreksi jangka pendek


Waspada IHSG Jenuh, Koleksi Saham Ini Bikin Dikejar-kejar Cuan!
Petugas membersihkan area main hall IHSG di Bursa Efek Jakarta, Jumat (25/9/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Pola candlestick bearish thrusting terbentuk pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal dengan membawa signal koreksi jangka pendek.

Sebelumnya IHSG (-0.08%) turun tipis 5.02 poin kelevel 6113.38 dengan saham-saham di sektor infrastruktur (-1.42%) dan Industri Dasar (-1.10%) menjadi motor pelemahan IHSG hingga akhir sesi meskipun saham-saham disektor Property (+3.36%) naik signifikan tidak mampu menahan IHSG kezona positif.

Saham ISAT (-6.86%) yang terkoreksi dari penguatan optimis diperdagangan sebelumnya menjadi faktor utama. Investor terlihat melakukan aksi profit taking akan kabar prospek saham ISAT yang kembali dilirik pemerintah. Mayoritas saham properti dan konstruksi naik mengiringi optimisme CAPEX dan target marketing sales tahun depan.

Secara outlook ditahun 2021 pada masa era suku bunga dibawah 4% akan menjadi peluang positif pada bisnis property. Bank Indonesia menahan tingkat suku bunga dilevel 3.75% dengan pandangan yang cukup optimis untuk tahun 2021.

" Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp308,80 miliar dengan saham-saham ASII, BBRI dan BBCA yang menjadi top net buy value," tutur Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Adapun mengiringi indeks berjangka Indeks saham Asia mayoritas ditutup menguat. Indeks Nikkei (+0.18%), TOPIX (+0.32%), HangSeng (+0.82%) dan CSI300 (+1.28%) naik setelah kemungkinan terjadi akan percepatan peluncuran vaksin COVID-19 di akhir tahun. Bursa Eropa dibuka positif.

Indeks Eurostoxx (+0.58%), DAX (+0.90%) dan CAC40 (+0.34%) sedangkan FTSE (-0.02%) sedang berjuang kembali kezona positif.

Pemerintah Eropa memberikan indikasi percepatan vaksinasi diakhir tahun 2020 guna menahan negara-negara Eropa yang bersiap melakukan pembatasan sosial yang masiv kembali.

Sentimen juga didukung setelah para pemimpin Uni Eropa menghapus paket stimulus blok 1,8 triliun euro pada Rabu. Pound naik karena para pejabat dengan hati-hati memperkirakan kesepakatan Brexit dalam beberapa hari. Saham-saham pertambangan memimpin penguatan di Eropa.

Denny Iswanto

https://akurat.co