Lifestyle

Waspada, Berkeringat Saat Tidur Bisa Menandakan Masalah Kesehatan

Selain menopause dan pengaruh obat, keringat malam bisa menandakan masalah kesehatan tertentu pneumonia, ISK, dan malaria.


Waspada, Berkeringat Saat Tidur Bisa Menandakan Masalah Kesehatan
Ilustrasi - Penyebab berkeringat saat tidur (Freepik/Jcomp)

AKURAT.CO Berkeringat di malam hari sangat tidak nyaman. Kamu mungkin tidak bisa tidur sepanjang malam atau bangun dengan basah kuyup.

Ada banyak alasan seseorang berkeringat saat mala hari, mulai dari menopause hingga efek obat. Namun dalam beberapa kasus, keringat malam bisa menandakan masalah kesehatan tertentu. 

Ketika memiliki infeksi, sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan memproduksi lebih banyak sel darah putih. Proses ini dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat dan memicu keringat," kata Brandon Peters, MD, ahli saraf bersertifikat dan dokter tidur di Virginia Mason Medical Center, dikutip AKURAT.CO, Senin (16/5/2022). 

baca juga:

Kamu mungkin mengalami demam dan keringat malam jika memiliki:

  • Infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih atau pneumonia
  • Infeksi virus seperti flu
  • Infeksi parasit seperti malaria

Berkeringat di malam hari adalah salah satu gejala tuberkulosis yang paling umum. Jika baru-baru ini bepergian ke luar negeri dan memiliki gejala seperti batuk darah disertai demam, temui dokter untuk memeriksa tuberkulosis.

Seiring dengan keringat malam, demam juga dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Panas dingin
  • Menggigil atau gigi bergemeletuk
  • Wajah memerah
  • Kelemahan
  • Nyeri otot

Jika demam berlangsung lebih dari seminggu atau melebihi 40 derajat Celcius dan menyebabkan pakaian tidur/tempat tidur basah kuyup, segera temui dokter. Seorang dokter dapat melihat gejala, melakukan tes darah, dan memberikan pemeriksaan fisik untuk membantu mendiagnosis masalah. 

Selain penyakit tertentu, berkeringat saat malam hari juga bisa disebabkan oleh  hipoglikemia. Kondisi ini terjadi ketika gula darah turun secara tidak normal, dan sering dikaitkan dengan diabetes.  Kamu juga bisa mendapatkannya jika memiliki penyakit pankreas atau gangguan makan.

“Ketika kadar gula darah turun terlalu rendah, maka hal ini dapat mengaktifkan pelepasan adrenalin,” kata Nesochi Okeke-Igbokwe, MD, seorang dokter penyakit dalam.