Ekonomi

Waskita Ditunjuk Jadi Kontraktor Pendukung Persiapan KTT G20

Dirut: Ditunjuknya Waskita untuk memperindah Indonesia lewat TMII dan Bali demi KTT G20 menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Saya dan Insan Waskita.


Waskita Ditunjuk Jadi Kontraktor Pendukung Persiapan KTT G20
Gedung Kantor Pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Perseroan ditunjuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR sebagai kontraktor pendukung persiapan KTT G20 Indonesia. (QERJA.COM)

AKURAT.CO, PT Waskita Karya (Persero) Tbk ditunjuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR sebagai kontraktor pendukung persiapan KTT G20 Indonesia.

Direktir Utama perseroan Destiawan Soewardjono mengatakan  BUMN yang bergerak di sektor konstruksi ini sangat mendukung gelaran KTT G20 Indonesia. Untuk itu akan semaksimal mungkin menata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan juga jalan di Simpang Siligita hingga Hotel Apurva Kempinski dan kawasan mangrove.

“Ditunjuknya Waskita untuk memperindah Indonesia lewat TMII dan Bali demi KTT G20 menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Saya dan Insan Waskita lainnya,” ujar Destiawan melalui keterangan resminya, Jumat (14/1/2022).

baca juga:

Waskita turut ambil bagian dalam pelaksanaan KTT G20 Indonesia di Bali, Oktober mendatang. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah mempercayakan Perseroan untuk merevitalisasi bangunan dan menata jalanan di wilayah Jakarta dan Bali.

Menurut Destiawan, untuk di wilayah Jakarta, Waskita dipercaya untuk merevitalisasi dan merestorasi Kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Sementara itu untuk di wilayah Bali, Perseroan dipercaya untuk mengerjakan proyek Peningkatan Jalan Simpang Sligita - Kempinski, dan Showcase Mangrove.

“Alhamdulillah di awal tahun ini, Perseroan mendapatkan tugas yang luar biasa untuk mendukung suksesnya KTT G20 Indonesia pada Oktober mendatang. Kami ditunjuk untuk revitalisasi dan restorasi Kawasan Taman Mini Indonesia Indah antara lain, Gedung Pengelola, Museum Indonesia, parkir utara, dan parkir selatan,” kata Destiawan.

Sementara di Bali, Perseroan diminta untuk melakukan penataan pedestrian, saluran, green zone, dan ducting utilitas. Selain itu juga presevasi Jembatan Sawangan 1, Jembatan Sawangan 2, Jembatan Sawangan 3. Lalu pelebaran jalan pada Simpang Peminge, overlay AC-WC, pembuatan parkir Limosin dengan luasan 1,7 hektar, dan street furniture.

"Kami yakin, Perseroan bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik, bagus dan tepat waktu," kata Destiawan.

Untuk pengerjaannya, Destiawan menjelaskan proyek di Taman Mini Indonesia Indah, Waskita diberi waktu untuk menyelesaikan sekitar 6 bulan. Sedangkan untuk proyek yang ada di Bali, Waskita diberi waktu menyelesaikan sekitar 7 bulan.[]