Rahmah

Wasekjend MUI Bidang Keperempuanan: KDRT Bentuk Kezaliman

Wasekjend MUI Bidang Keperempuanan: KDRT Bentuk Kezaliman
Logo MUI (Humas MUI)

AKURAT.CO Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan isu yang mendapat perhatian besar di Indonesia. Atas dasar apapun, Islam melarang kekerasan di dalam rumah tangga.

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan Badriyah Fayumi menegaskan tanggapannya mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Menurutnya, Islam melarang semua bentuk kezaliman termasuk kepada isteri, perempuan dan anak.

Mengutip laman MUI Digital, pandangan demikian setelah dikonfirmasi langsung kepada dirinya (03/02).

baca juga:

Pengasuh Ponpes Mahasina Bekasi itu mengatakan bahwa ayat dalam Al-Qur'an dan Hadist Nabi Muhammad mendorong setiap orang untuk menghentikan segala kezaliman dan kemungkaran, termasuk KDRT.

“Banyak ayat dan hadis yang menjelaskan larangan kekerasan terhadap perempuan baik fisik, psikis, ekonomi maupun seksual,” terangnya, seperti dilansir dari MUI Digital.

Menurutnya juga, Islam mendorong umatnya untuk menolong orang yang terzalimi, tidak terkecuali dalam konteks adanya KDRT yang ditemukan di tengah masyarakat.

“Menolong orang yang didzalimi berarti menolong korban KDRT agar mendapatkan akses keadilan dan pemulihan,” ujarnya.

Dalam memandang masalah KDRT, Nyai Badriyah mengajak agar setiap muslim hendaknya menolong orang yang terdzalimi melalui tindakan yang membuat pelaku kekerasan menjadi jera.

“Menolong orang yang zalim berarti melakukan tindakan-tindakan, baik hukum maupun non hukum, terhadap pelaku agar bertobat, bertanggungjawab dan tidak mengulangi perbuatannya,” pungkasnya.