Lifestyle

Warkop Galunggung Mang Ade: Mie Hotplate Viral Laku Ratusan Porsi

Warkop Galunggung Mang Ade: Mie Hotplate Viral Laku Ratusan Porsi
Ilustrasi Mi hotplate warkop galunggung Mang Ade (Youtube Babahe)

AKURAT.CO, Warung kopi atau warkop biasanya identik dengan berbagai sajian seperti mie instan, bubur ayam, bubur kacang ijo dan camilan lainnya. Namun, berbeda dengan warkop galunggung Mang Ade.

Siapa yang menyangka, warung kopi yang terlihat biasa saja namun mendadak viral dan disambangi para YouTuber. Lokasinya berada di kawasan Bangka, Jakarta Selatan.

Bukan makanan mewah, menariknya warkop ini menyediakan menu mie instan dengan tambahan bumbu unik yang dikemas dengan menarik di atas hotplate panas. Bahkan dengan konsep warung yang unik menjadikan warung ini banyak ditiru oleh tempat makan lainnya.

baca juga:

Berbicara mengenai Warkop Mang Ade, terdapat kisah panjang dalam pembuatan warkopnya yang sampai saat ini telah memiliki tiga cabang.

Warkop Galunggung Mang Ade Diawali Hobi dan Cita-cita

Dilansir dari beberapa sumber, warkop pertama milik Mang Ade tidak jauh dari kelurahan Mampang Prapatan, yaitu berlokasi di Bangka, Jakarta Selatan. Dengan memanfaatkan sebuah bangunan kecil Mang Ade mulai mengoperasikan warkopnya.

Ide untuk membangun warkopnya berasal dari mendiang kakek yang konon pada zamannya pernah membuka warkop yang laris diantre para pembeli.

Salah satu menu favorit yang dinantikan di warkop ini yaitu mie galunggung yang diracik langsung oleh Mang Ade. Mi galunggung inilah yang menjadikan warkop Mang Ade laris dan viral.

Biasanya per hari warkop ini bisa menghabiskan 250 porsi mi galunggung. Untuk jam operasional Warkop Mang Ade buka setiap hari dari pukul 07.00-01.00 WIB. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, pembeli cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 7000-Rp 20.000 untuk setiap porsi mi yang ditawarkan.

Di Warkop Mang Ade biasanya menggunakan mie instan merek indomie, dengan varian rasa tertentu. Tetapi untuk pembuatan mie galunggung, ternyata hanya menggunakan Indomie Aceh saja.

Namun, jika pelanggan menginginkan varian lain, warkop ini dilengkapi dengan olahan mie instan lainnya. Untuk cabang warkop di Bangka, setiap harinya menu mie galunggung menghabiskan 5-6 dus mi instan dengan masing-masing dus berisi 40 bungkus.

Dengan dibekali hobi kuliner dan memasak, awalnya pemilik warkop ini menyambangi kedai milik temannya di Bandung dan mencicipi makanan mie mercon hingga akhirnya terinspirasi dan terciptalah “Mi Galunggung.” Dirinya mencoba resep buatannya pertama kali di rumah, dengan menggunakan rempah-rempah sederhana seperti cabai, daun jeruk dan bawang sehingga menghasilkan sebuah mie dengan kuah merah yang beraroma harum.

Mang Ade merasa perpaduan antara rempah dan Mi Indomie Aceh yang dibuatnya menjadikan rasanya sempurna. Selain pedas mie ini dilengkapi dengan aroma khas dari daun jeruk.

Dengan kuah yang merah, mie ini tidak memiliki rasa pedas yang menyengat atau menusuk hidung.

Jika pembeli merasa kurang pedas dengan rasa mie yang disajikan, maka pembeli bisa menambahkan sambal yang sudah disediakan di meja.

Untuk satu porsi mie galunggung saat dimasak diberikan tambahan telur orak arik, potongan bakso, sawi dan kemudian dipanaskan di atas mangkuk tanah liat. Bahkan pelanggan bisa menambahkan topping sesuai dengan keinginannya, misalnya tambahan topping telur ceplok.

Namun, walaupun memiliki menu spesial seperti mie galunggung, warkop ini tetap tidak ingin menghilangkan menu warkop pada umumnya seperti nasi goreng, roti bakar dan menu lainnya.

Menu selain mie galunggung diraciknya dengan bahan-bahan yang sederhana. Rasanya yang nikmat dengan harga yang terjangkau, pantas saja membuat warkop ini selalu dinantikan oleh pembeli.