News

Warganet Unggah Kisah Jadi Korban Penipuan, Dikirimi Bukti Transfer Palsu Rp9 Juta Amblas!

Warganet menjadi korban penipuan dengan nominal mencapai Rp9,1 juta.


Warganet Unggah Kisah Jadi Korban Penipuan, Dikirimi Bukti Transfer Palsu Rp9 Juta Amblas!

AKURAT.CO, Seorang warganet kembali menceritakan pengalamannya tentang penipuan yang dialaminya. Kali ini, seorang warganet Twitter @aforann menceritakan bahwa dirinya menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh seorang pihak tak bertanggung jawab di OLX. 

Akun Twitter @aforann menyatakan bahwa dirinya tertipu dengan nilai mencapai Rp9,1 jutaan ketika sedang menjual handphone miliknya. 

“Gue baru mengalami penipuan senilai 9.1 juta, gue mau sharing biar ngga ada korban lain, fyi modus penipuannya unik jam 15.24 penipu transfer uang ke saya via atm, jam 15.25 saya cek di ebanking rekening saya terblokir sedangkan barangnya terlanjur di di driver gojek,” tulis akun @aforann. 

Dirinya mengaku sedang menjual handphone melalui salah satu platform jual beli online. Ketika itu dirinya pun sedang melakukan COD. Namun, setelah ditunggu selama beberapa jam, ternyata sang pembeli minta dikirim saja. Bahkan ketika itu, pembeli sudah menunjukkan potret dari bukti transfernya. 

“Makanya gue kasih barang itu ke kurir karena gue pikir uda beneran ke tf, jam 15.25 gue cek klikbca hasilnya transaksi anda gagal, langsung gue panik ke atm cek saldo jg ga bisa, gue langsung pulang, si penipu berusaha hub gue terus tapi ga gue gubris, gue langsung hub halobca,” tulis akun @aforann. 

Namun ternyata setelah menghubungi pihak bank, @aforann baru tahu bahwa ada yang melaporkan bahwa rekeningnya harus diblokir. Mengetahui hal tersebut, dirinya pun langsung menghubungi kurir yang mengantarkan barangnya untuk kembali ke rumahnya. 

“Jam 15.37 gue langsung hub kurir gosend buat balik lagi tp dia minta gue selesaikan dulu sama pihak bank, jam 16.00 dia janji balik kerumah gue dal 1 jam 20 menit dg alesan jemput istri,” jelas @aforann.

Namun setelah ditunggu hingga usai Magrib, kurir tersebut tak kunjung kembali. Akhirnya, @aforann memilih untuk mengajukan laporan ke polsek. 

“Pas gue di polsek, kurirnya hubungin gue katanya nyawanya hampir hilang di samperin ambon, gue telp ga diangkat, diajak ketemuan di polsek ngga berani padahal kan bisa sama-sama lapor. Kurirnya jg ga makesense dr jam 4 sore kenapa ga langsung ke rumah gue/cari tempat aman kaya,” tulis @aforann. 

Setelah kejadian tersebut, ternyata pihak kepolisian juga tidak bisa melakukan apa pun karena pelapor tidak memiliki nomor IMEI-nya. Namun, pihak polisi menyarankan untuk segera mengurusnya ke pihak bank. 

“Hari ini 21 april 2021 gue dateng ke BCA kramat Cilincing,disana di cek transaksi ternyata ngga ada jadi bukti tf struk kemarin palsu , gue juga ga sempet ss sekarang uda di retract sama penipunya , gue ikhlas dan sabar menghadapi ini semua,” jelas akun @aforann. 

Tak pelak, unggahan pengalaman @aforann tertipu berbentuk utas ini pun menarik perhatian sejumlah warganet. 

“Om saran aja. Kalo ada yg minta no rek. Gausah dikasih tau semua nama yg ada di rek. Misal nama om abc def ghi. Trus om kasih aja no rek dg nama abc def tanpa kasih tau ghi. Kalo emg dia beneran tf, bakal disebutin juga ghi, kalo nipu ya yg disebutkan hanya abc def. Semoga membantu,” balas akun @faridafriandi. 

“Btw malah salfok si pelaku gercep bgt lapor penipuan ke BCA dan langsung diblokir? Gue kemarin2 kena tipu lapor ke BCA perasaan ribet deh, harus pake surat dr kepolisian dulu,” balas akun @ifauchy. 

“Lain kali kalo mau kirim barang, yg pesan gosendnya itu kamu aja sebagai orang yg jual. Biar orang yg antar itu driver random yg ada di sekitar kamu, kamu bisa track posisi driver, dan kamu juga tau alamat orang yg beli dimana,” balas akun @stoop1dthoughts. 

Di akhir utas, @aforann berharap bahwa kisahnya tersebut tidak dialami oleh sejumlah warganet lain. Selain itu, dirinya juga menyarankan untuk selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi online.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu