Entertainment

Warganet Heboh, Tampah Bambu Dijadikan Hiasan Dinding dan Dijual Rp4 Juta di Luar Negeri

Tampah yang biasanya digunakan untuk keperluan dapur, dijual dengan harga mencapai jutaan rupiah


Warganet Heboh, Tampah Bambu Dijadikan Hiasan Dinding dan Dijual Rp4 Juta di Luar Negeri
Tangkapan layar produk Round Bamboo Wall Art alias tampah yang diambil dari situs Potterybarn (Potterybarn)

AKURAT.CO, Sudah bukan rahasia umum lagi jika orang luar negeri dikenal sangat menggemari kerajinan tangan asal Indonesia hingga rela merogoh kocek dalam demi mendapatkannya. Hal ini bisa terbukti dengan menjamurnya supplier yang menjual produk kerajinan tangan khas Indonesia seperti gerabah, anyaman rotan, kain tenun, kain batik, hingga ukiran kayu khas Bali. 

Namun, apa jadinya jika barang yang dinilai sederhana oleh rakyat awam Indonesia justru dibandrol dengan harga fantastis di luar negeri?

Seperti twit yang viral baru-baru ini misalnya, tampah yang biasanya digunakan untuk keperluan dapur, malah bisa dijual dengan harga mencapai jutaan rupiah. Padahal, di Indonesia sendiri, harga tampah bambu biasanya hanya berkisar belasan-puluhan ribu rupiah. 

Soal tingginya harga tampah itu mulanya diunggah oleh seorang pengguna Twitter dengan akun @zourrymilf. 

Dalam cuitan yang diunggah pada Rabu (12/5), @zourrymilf menyertakan tangkapan layar foto dari jaringan toko perabot Potterybarn.

Di foto itulah, terlihat jelas bagaimana sebuah tampah bambu dialihfungsikan menjadi semacam hiasan dinding ruangan. Terlihat pula bagaimana pengayak beras itu dipasang cantik di tengah-tengah tembok kamar tidur bernuansa putih. 

Lalu pada keterangan produk, Potterybarn tampak menyebut tampah dengan istilah 'Round Bamboo Wall Art'. Ini mungkin karena tampah berbentuk bulat dan dibuat dari serat bambu yang dianyam.

Kemudian, di bawah gambar produk, terlihat Potterybarn memberi rincian mengenai ukuran. Disebutkan diameter Round Bamboo Wall berukuran 42 inch (106,6 cm).

Lalu, di bawahnya, terlihat harga tampah mencapai USD 299 (Rp4,26 juta).

"ROUND BAMBOO WALL ART IM SCREAMING," cuit @zourrymilf.

Jika ditilik di situsnya, Potterybarn pada Minggu (16/5) ini memang masih memajang Round Bamboo Wall Art di katalog produknya. 

Di situ, harga juga masih sama, yakni mencapai USD 299. Dalam detailnya produknya, Potterybarn pun terlihat lengkap mendiskripsikan bagaimana produknya asli terbuat dari bambu. Dikatakan pula bahwa produk itu adalah impor. 

"Lengkapi aksen dinding Anda dengan karya seni anyaman yang mengesankan yang terbuat dari bambu ini. Mengingatkan pada keranjang penjualan yang ada di pasar terbuka, dengan bentuk agak cekung dan pinggiran yang dangkal, ini menambah kehangatan, tekstur dan gaya eklektik di mana pun Anda menggantungnya," tulis Potterybarn seraya menyertakan keterangan impor hingga berat tampah yang mencapai 4,5 pon (2 kg).

Terlepas dari detail gambaran produk, harga yang ditetapkan Potterybarn pada akhirnya tetap sukses membuat warganet heboh. 

Bahkan, hingga tulisan ini dibuat, unggahan @zourrymilf telah mendulang 26,9 ribu tanda suka hingga statusnya di-retweet setidaknya sampai 18,4 kali.

Kolom komentarnya pun sudah dibanjiri omongan warganet yang terheran-heran dengan harga yang dipasang oleh Potterybarn. Karena itu, banyak pula warganet yang kemudian berlomba-lomba mengutarakan niat untuk menjual tampah ke luar negeri.

"Impressive, haruskah saya jadi reseller luar negeri," tulis akun @Chocopiekewl sembari menyertakan tangkapan layar produk tampah yang dijual di toko online Indonesia dengan harga mencapai Rp16-24 ribu.

"USD200 bole kali ah udh sekalian cat sma jam nya tuh...," tambah akun @novelizasf seraya mengunggah foto tampah yang dilukis dan diberi jarum jam. 

"Kek nya gue emang bener bener harus jadi reseller deh, di rumah banyak ginian soalnya," sambung akun @yoongigrl0.

Tak hanya itu, gara-gara tampah Potterybarn ini jugalah, warganet justru mendadak mencampur adukkan bahasa Inggris dan Jawa untuk komentar mereka. Dalam komentarnya, warganet pun banyak yang mengutarakan bagaimana di rumah mereka, tampah justru kerap dipakai untuk memilah atau membersihkan beras hingga tempat menyimpan bumbu-bumbuan dapur.

"in bantul, we call tampah gunanya to save save bumbon," kata @nolabaik.

"I suddenly feel richer because my mom uses this 299 usd worth “art” a solar dryer, or to clean up rice," tulis @skyundocean. 

"Yes, i have some in my pawon pating crentel, and usually use to napeni beras and wadah bumbon or mepe karak for makani pitik," balas @mnopa. 

Bagaimana menurutmu? Apakah juga berniat ingin jadi reseller tampah dan menjualnya ke luar negeri?[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co