Olahraga

Warganet Berang karena Jepang Pertimbangkan Prioritaskan Vaksinasi Atlet

Warganet Berang karena Jepang Pertimbangkan Prioritaskan Vaksinasi Atlet
Tingkat vaksinasi 75 persen diperkirakan baru akan dicapai Jepang pada bulan Oktober, 2 bulan usai penutupan Olimpiade Musim Panas (Associated Press)

AKURAT.CO, Warganet Jepang menunjukkan ekspresi kemarahan sejalan dengan rencana pemerintah mereka yang mempertimbangkan vaksinasi virus corona (COVID-19) terhadap atlet peserta Olimpiade Tokyo 2020. Kemarahan muncul karena pemerintah Jepang dianggap mendahulukan atlet ketimbang warga mereka sendiri.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, vaksinasi untuk warga berusia lanjut rencananya akan dimulai pada pekan depan. Jika atlet Jepang diprioritaskan, maka mereka akan mendapatkan vaksinasi lebih dulu sebelum vaksinasi kelompok usia lanjut selesai.

Jepang sendiri pada awalnya telah menetapkan bahwa kelompok yang diprioritaskan mendapatkan vaksin adalah pekerja medis, warga usia lanjut, dan mereka yang memiliki kondisi kronis. Sementara itu, warga pada umumnya baru mendapat suntikan sebelum musim panas ini.

Rencana Jepang untuk mendahulukan atlet tak lain adalah karena mereka sedang berkejaran dengan waktu untuk tetap menyelenggarakan Olimpiade Tokyo yang telah tertunda setahun dari jadwal semula pada Juli-Agustus 2020.

Kantor Berita Kyodo menyebut bahwa Komite Olimpiade dan Paralimpiade Jepang sudah melakukan pertemuan namun belum memutuskan apakah prioritas vaksinasi untuk seluruh atlet atau hanya untuk atlet di cabang olahraga tertentu. Pertimbangan untuk memvaksin atlet dan ofisial juga turut memicu perdebatan.

“Ini benar-benar aneh. Mengingat bahwa kita tidak tahu bahkan kapan seluruh warga usia lanjut akan mendapatkan vaksin di pertengahan Juni, Anda akan memberikan untuk seluruh atlet?” tanya salah seorang warganet.

Namun demikian, Komite Olimpiade Internasional dan Komite Olimpiade Jepang tidak mewajibkan vaksinasi terhadap atlet yang berpartisipasi dalam pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Hanya saja, sejumlah negara seperti Amerika Serikat serta beberapa dari Timur Tengah dan Eropa mengatakan bahwa mereka akan melakukan vaksinasi untuk atlet yang akan mereka kirim ke Tokyo. Adapun Australia tidak mewajibkan atletnya namun menyarankan untuk melakukan vaksinasi.

Olimpiade Tokyo akan digelar pada 23 Juli–8 Agustus diikuti oleh lebih dari sebelas ribu atlet dari 206 negara. Sementara itu, Paralimpiade Tokyo digelar langsung setelah olimpiade pada 24 Agustus–5 September.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu