Ekonomi

Warganet Bagikan Cerita Sulitnya Perjuangan Membeli Rumah, Biaya Bisa Dua Kali Lipat Harga Tertera!

Selain uang membeli rumah, calon pemilik juga harus menyiapkan dana tak terduga yang harus dikeluarkan


Warganet Bagikan Cerita Sulitnya Perjuangan Membeli Rumah, Biaya Bisa Dua Kali Lipat Harga Tertera!
Suasana perumahan di kawasan Citeurep, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/5/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Memiliki rumah sendiri merupakan impian bagi setiap orang. Hunian yang nyaman, serti lingkungan yang aman juga turut menjadi prioritas bagi sebagian orang. Namun, proses membeli rumah rupanya tak semudah yang dibayangkan.

Selain mempersiapkan uang yang tak sedikit, calon pembeli juga harus siap untuk biaya tambahan lainnya. Mulai dari mengurus akta jual beli, biaya BPHTB, biaya PPH, pengecekan sertifikat, hingga biaya untuk balik nama sertifikat.

Proses-proses tersebut tentu tidaklah murah. Jika ditotal, biaya yang dikeluarkan untuk sejumlah proses ini bisa mencapai 10 persen dari harga rumah yang dibeli.

Pengalaman terkait membeli rumah juga sempat dibagikan oleh akun Twitter @TGIAmHot, terutama jika rumah yang dibeli melalui KPR. 

"Mau sharing ini soalnya bener banget. Apalagi kalo KPR harus ikhlas misalnya total yg dibayar nnti hampir 2x lipat harga rumah yg tertera," tulisnya.

Menurut pemilik akun tersebut, memiliki rumah impian bukan merupakan hal yang mudah. Baik melalui KPR maupun membangun rumah sendiri. Saat membeli rumah KPR, seseorang tentu harus memiliki pekerjaan yang tetap. Hal ini dikarenakan kredit rumah KPR memakan waktu yang lama hingga puluhan tahun.

Sementara jika ingin membangun sendiri, biaya yang dibutuhkan juga tak kalah banyak. Selain biaya pembangunan, calon pemilik rumah juga perlu menyiapkan dana tak terduga untuk biaya sertifikat dan pajak.

"Punya rumah sendiri emang nyaman, tapi kalau ga sesuai kemampuan jangan dipaksain," kata akun Twitter @TGIAmHot.

Namun, jika tetap ingin memiliki rumah sendiri, perlu diingat bahwa penghasilan yang diperoleh juga harus besar. Terutama jika cicilan yang harus dipenuhi mencapai sekitar lebih dari 20 persen dari pendapatan.

"Pokoknya inget aja kalau maksimal cocilan itu 30% dari total pendapatan bulanan. Kalo digedein, berat bund seriusss. Contohnya gaji 20jt aja maksimal paling cicilannya cuma 6jt sebulan," tutupnya.

Saat ini, unggahan tersebut juga masih ramai dikomentari warganet soal cicilan rumah.

"Pengalaman bener bgt walopun nyicil rumah yg katanya paling terjangkau tapi butuh biaya banyak banget di awalnya blm bebenah rumah dan ngisi perabotan (ini mahal juga)," tulis akun @teatarikkk.

"Aku bilang sih ya wajarMisal nih harga rumah pas kita akad 250 juta terus kita cicil 10 tahun dgn cicilan 3 jutaan sebulan yg kalo di jumlahin jd total 450 juta. Tp kan harga rumah dan tanahnya juga emang naek 10 taun kemudian," kata akun @marrythe13th.

"Jadi inget awal cari rumah sana sini, a iki gamau kpr tapi uangnya ga cukup buat cash. Rumah murah juga biasanya agak jauh dari kota, ribeeeet kalo dipikir hahaha sekarang udah bisa bilang alhamdulillah ga ada kpr kpran berkat swamik dan pamili dapet rumah dikota pula," timpal akun @ina_NL.[]