News

Warga Tunaikan Nazar Cukur Gundul Usai Eks Walkot Yogya Kena OTT KPK: Ini Baru Awal

Dodok Putra Bangsa menunaikan nazar mencukur habis rambut gondrongnya seiring terjaringnya Haryadi Suyuti dalam OTT KPK.

Warga Tunaikan Nazar Cukur Gundul Usai Eks Walkot Yogya Kena OTT KPK: Ini Baru Awal
Dodok Putra Bangsa mencukur habis rambutnya sebagai nazar Haryadi Suyuti diciduk KPK, Sabtu (4/6). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Dodok Putra Bangsa pernah mengucap nazar mencukur habis rambut gondrongnya jika Haryadi Suyuti ditangkap KPK atas dugaan kasus korupsi proyek pembangunan hotel atau apartemen. Janji itu kini tertunaikan seiring terjaringnya sang mantan wali kota Yogyakarta dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Hari Sabtu (4/6/2022) di trotoar Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Dodok yang merupakan aktivis gerakan Jogja Ora Didol (Jogja Tidak Dijual) itu duduk bersila. Satu per satu rekan maupun simpatisan aksi nazar ini bergantian memotong rambutnya hingga gundul.

"Lega, puas, seperti ketika apa yang menjadi ekspektasi kita terwujud. Bukan berarti benci pada sosok Haryadi-nya. Menurut saya ini bukan akhir, tapi awal. Makanya tadi saya pecah telur juga. Saya harap KPK bisa nguak lebih banyak korupsi lagi di Jogja," kata Dodok.

baca juga:

Dodok, mengaku memang selama era Haryadi acap kali merasa risih akan pembangunan hotel dan apartemen di Kota Yogyakarta yang menurut dia janggal pada prosesnya. 

Pada Agustus 2014, Dodok pernah mandi pasir sebagai wujud protes atas asatnya sumur warga yang disinyalir akibat penyedotan air tanah oleh salah satu hotel di daerah Kusumanegara.

Dalam perkembangannya, kata Dodok, terungkap banyak usaha perhotelan di Yogyakarta yang tanpa izin menggunakan air tanah. Namun demikian, lanjutnya, tidak pernah mendapatkan sanksi dari pemerintah kota.

Sebaliknya, lanjut Dodok, laju pembangunan Yogyakarta justru kian lepas kontrol. Proyek pendirian hotel terus menyeruak di sejumlah kampung di Kota Yogyakarta, menggusur warga, menyedot air tanah, hingga melahirkan konflik horizontal. 

Walaupun kemudian terbit Perwal Yogyakarta Nomor 77 Tahun 2013 tentang Pengendalian Pembangunan Hotel, tapi ternyata terungkap kemudian bahwa pada akhir 2013 telah masuk 104 aplikasi perizinan hotel. 

Pada tahun-tahun selanjutnya, laju pembangunan 104 hotel bertahap memperoleh lampu hijau walaupun ada moratorium untuk aplikasi baru. Kata Dodok, indikasi main belakang dalam perizinan hotel mulai tercium pada tahap ini.