News

Warga Serang Meninggal Setelah Dua Hari Kelaparan, PKS: Ini Sangat Memalukan dan Memilukan

Warga Serang Meninggal Setelah Dua Hari Kelaparan, PKS: Ini Sangat Memalukan dan Memilukan
Ilustrasi - Jenazah (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf mengaku prihatin dengan kabar meninggalnya seorang ibu rumah tangga di Serang, Banten, diduga setelah menahan lapar selama dua hari karena tak ada pemasukan akibat wabah Virus Corona atau (Covid-19).

"Ini sangat memalukan dan memilukan, satu memalukan yang kedua sangat memilukan. Saya tidak melihat, tapi saya hanya mendengar saja hati saya bergetar," kata Bukhori saat dihubungi AKURAT.CO, Selasa (21/4/2020).

Ia khawatir jika Almarhumah Ibu Yuli belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jika belum maka artinya keluarga Ibu Yuli selama ini tidak diberikan jaminan secara rutin oleh pemerintah.

"Bisa jadi kota Serang belum mendata orang tersebut dan orang yang berhak mendapatkan bantuan, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH)," ucapnya.

Bukhori mendesak Dinas Sosial Kota Serang, Banten agar segera melakukan pemukulan rata untuk pembagian bantuan sosial hingga masyarakat tingkat bawah, khususnya masyarakat miskin bisa merasakan.

"Kami juga minta keluarganya harus diberikan santunan yang memadai. Misalnya dimasukan kedalam DTKS agar juga mendapatkan bantuan yang lain, apakah itu pendidikan atau sembako, apakah itu pemberdayaan ekonomi dan lainnya," tegasnya.

Bahkan, Bukhori juga mengingatkan Pemerintah Kota Serang untuk tidak lalay dengan pendataan kependudukan masyarakat miskin. Karena menurutnya ini akan terpengaruh pada Kementerian Sosial (Kemensos), yang juga menginput data penduduk darii pemerintah daerah.

"Dan ini merupakan satu tanggung jawab kita bersama," tandasnya.[]

baca juga: