News

Warga Pandeglang Dibunuh di Jalan Trans Timika-Paniai, Kerabat: Selama Ini Kami Aman-aman Saja


Warga Pandeglang Dibunuh di Jalan Trans Timika-Paniai, Kerabat: Selama Ini Kami Aman-aman Saja
Paguyuban suku di Kabupaten Mimika, Papua (Antara Foto)

AKURAT.CO, Jajaran Kepolisian Sektor Kuala Kencana, Timika, Papua, melakukan penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Sumarna (33), pekerja olahan kayu di kawasan hutan kilometer 7, Jalan Trans Timika-Paniai pada Kamis (21/11/2019).

Kapolsek Kuala Kencana Iptu Hari Katang  mengatakan korban dibunuh oleh orang tak dikenal usai menarik kayu olahan dari kamp penampungan menuju pinggir Jalan Trans Timika-Paniai.

"Kami akan meminta keterangan saksi-saksi terutama rekan-rekan kerja korban. Pada saat kejadian itu, memang tidak ada rekan kerja korban yang mengetahui, tapi betapapun sulitnya mengungkap kasus ini kami tetap berupaya maksimal," kata Hari.

Hari menjelaskan kejadian pembunuhan terhadap ????Sumarna dilaporkan ke Polsek Kuala Kencana pada Kamis sekitar pukul 13.30 WIT oleh keluarga korban melalui Kepala Kampung Mulia Kencana SP7 Syamsul Basri.

Tim Polsek Kuala Kencana bersama Tim Identifikasi Polres Mimika kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan selanjutnya mengevakuasi jenazah korban menuju kamar jenazah RSUD Mimika.

"Jenazah korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di sebuah kali kering dengan luka-luka di bagian mulut, kepala bagian belakang, pinggang, jari tangan akibat sabetan benda tajam. Dengan melihat luka-luka pada tubuh korban, dimungkinkan pelakunya berjumlah lebih dari satu orang," kata Hari.

Adapun sepeda motor rakitan milik korban yang digunakan untuk menarik kayu olahan ditemukan di dekat posisi korban meninggal dunia. Barang-barang pribadi milik korban seperti sepatu, pakaian dan lain-lain tidak ada yang hilang.

Kerabat dekat korban, Rohmat, menuturkan Sumarna baru satu bulan tiba kembali di Timika setelah sebelumnya pulang kampung ke daerah Angsana, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

"Almarhum ini sebetulnya sudah cukup lama di Timika. Dia sudah empat kali ke Timika. Tapi beberapa waktu lalu dia pulang ke Pandeglang dan baru tiba kembali di Timika satu bulan lalu. Dia tinggal bersama saya di SP7. Isteri dan anaknya ada di Pandeglang," tutur Rohmat.

Lokasi korban dibunuh sekitar 150 meter dari ruas Jalan Trans Timika-Paniai.

Saat itu korban baru saja mengantar kayu olahan ke pinggir jalan dengan menggunakan motor rakitan melalui jalan rel terbuat dari papan dari dalam kamp tempat penggergajian kayu.

"Kami punya dua kamp. Satu kamp di dekat jalan sekitar 100 meter. Lalu kamp satu lagi di dalam hutan sekitar 500-600 meter dari kamp pertama. Setelah korban menyimpan kayu di luar, dia masuk kembali. Di situlah dia dibunuh, kemungkinan besar dia dibacok dari arah belakang," kata Rohmat.

Rohmat mengatakan sebelumnya tidak pernah ada permasalahan antara karyawan olah kayu dengan orang lain di sekitar itu.

"Kami sudah lama kerja di lokasi itu, sekitar tiga tahun. Tidak pernah ada yang datang melarang kami, aman-aman saja. Biasanya yang datang ke lokasi yaitu pemilik lahan yang tinggal di Jayanti," ujarnya.

Keluarga mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus pembunuhan almarhum Sumarna kepada pihak kepolisian.

"Semoga pelakunya cepat tertangkap," kata Rohmat.

Almarhum Sumarna diketahui memiliki seorang isteri dan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 2 SD di Pandeglang.

Jenazah almarhum Sumarna akan dikebumikan di TPU Kampung Mulia Kencana SP7, Distrik Kuala Kencana pada Jumat pagi ini. []

Sumber: Antara