Rahmah

Warga NU Harus Tahu, ini 60 Lebih Karya Ilmiah yang Membuktikan Intelektualitas KH Said Aqil Siradj

Ketua Umum PBNU ini miliki segudang karya, sungguh jarang dimiliki ulama setingkatnya


Warga NU Harus Tahu, ini 60 Lebih Karya Ilmiah yang Membuktikan Intelektualitas KH Said Aqil Siradj
Said Aqil Siradj Ketum PBNU (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Sudah menjadi keharusan sebagai tokoh NU, tidak hanya cerdas dalam memimpin dan menahkodai NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia, tetapi juga harus memiliki intelektualitas yang mumpuni.

Hal itu karena, NU lahir sebagai organisasi yang memiliki visi mempertahankan idelogi Ahlussunah wal Jama'ah, sebagai ideologi yang lahir dari dialektika intelektualitas para pendirinya.

KH Hasyim Asy'ari, sebagai pendiri NU, pun dikenal sebagai sosok Kiai yang banyak memiliki karya, seperti Adab al Alim wa al Mutaalim, Ziyadat Ta'liqat, At Tanbihat al Wajibat Liman Yasna'u al Maulid bi al Munkarat, Ar Risalah al Jami'ah, Annur al Mubin fi Mahabatti Sayyid al Mursalin, Hasyiyat 'ala fathi ar Rahman bi Syarhi risalat al Wali Risalani li Syaikhi al Islam Zakariya al Anshari, Ad Durar al Mansur, at Tibyan fi Nahyi an Muqotha at al Arham wa al Aqrab wa al Akhwan, Ar Risalah at Tauhid dan Al Qawaid fi Bayani Yasibu min al 'Aqaid.

KH Said Aqil Siradj, pun memiliki banyak karya ilmiah yang menjadi bukti akan intelektualnya. Seperti diketahui melalui akun Google Cendekia Said Aqil Siradj, beliau memiliki kurang lebih 63 karya tulis baik yang berbahasa Arab maupun Indonesia.

Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1 Tasawuf sebagai kritik sosial: mengedepankan Islam sebagai inspirasi, bukan aspirasi

2 Pesantren Masa Depan: Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren

3 Ahlussunnah wal jamaah: sebuah kritik historis

4 Islam Kebangsaan: Fiqh Demokratik Kaum Santri

5 Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara Menuju Masyarakat Mutamaddun

6 Dialog Tasawuf Kiai Said

7 Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara Menuju Masyarakat Mutamaddun

8 Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara Menuju Masyarakat Mutamaddun

9 Mendahulukan Cinta Tanah Air

10 Islam Kebangsaan

11 Menjaga Marwah NU

12 Samac dalam Tradisi Tasawuf

13 Dialog Tasawuf Kiai Said, Akidah, Tasawuf dan Relasi Antarumat Beragama

14 Memahami Sejarah Hijrah

15 Visi Pesantren Masa Depan

16 Pesantren, Pendidikan Karakter dan Keutuhan NKRI

17 Tarbiyah dan kebangsaan: kontribusi kaum santri melampaui eksklusivisme dalam tasawuf sebagai kritik sosial, mengedepankan Islam sebagai inspirasi, bukan aspirasi

18 Menggagas Teologi Perdamaian Sunnî-Shî ‘ah di Indonesia

19 Menyingkap Jejak Syaikhona Kholil Bangkalan dalam Proses Pendirian NU

20 Fikih Demokratis Kaum Santri

21 Rekonstruksi Aswaja sebagai Etika Sosial: Akar-Akar Teologi Moderasi Nahdlatul Ulama

22 Rekonstruksi Aswaja sebagai Etika Sosial: Akar-Akar Teologi Moderasi Nahdlatul Ulama

23 Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara

24 Tasawuf sebagai Rekonstruksi Sosial

25 Pesantren, NU, dan Politik [Pesantren, NU, and Politics]

26 Latar Kultural dan Politik Kelahiran Aswaja,“dalam Imam Baehaqi Kontroversi Aswaja

27 Silat Allâh bi al-Kawn: fî al-Tasawwuf al-Falsafî

28 Menyingkap Jejak Syaikhona Kholil Bangkalan dalam Proses Pendirian NU” dalam Fuad Amin Imron, 2016

29 Rekonstruksi Aswaja Sebagai Etika Sosial

30 Urgensi Kajian Islam Nusantara

Karya-karya KH Said Aqil Siradj lainnya bisa dibaca dan nikmati warga Nahdliyyin, dengan mengakses link Akun Google Cendekia berikut:

https://scholar.google.co.id/citations?user=d8tQCyEAAAAJ&hl=en

Terkait dengan keilmuannya, TGH. L. Turmudzi Badaruddin, Kiai Kharismatik asal NTB, juga mengatakan, NU masih membutuhkan figur pemimpin yang memiliki kapasitas keilmuan dan kepemimpinan yang mumpuni. Ini yang menjadi salah satu alasan beliau kembali maju sebagai Ketua Umum PBNU kembali pada Muktamar 2021 di Lampung.

Wallahu A'lam.[]