News

Warga Minta Penghuni Rumah Kontrakan Raja Keraton Sejagat Angkat Kaki


Warga Minta Penghuni Rumah Kontrakan Raja Keraton Sejagat Angkat Kaki
Rumah kontrakan Raja Keraton Agung Sejagat, Sinuhun Totok Santosa di Berjo Kulon RT 05 RW 04, Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY, tampak sepi dari aktivitas, Jumat (18/1/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Penghuni rumah kontrakan Raja Keraton Agung Sejagat, Sinuhun Totok Santosa di Berjo Kulon RT 05 RW 04, Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY diminta segera angkat kaki. Seluruh aktivitas perkumpulan di sana diminta dihentikan.

Camat Godean, Sarjono menjelaskan mediasi antar warga dan para pengikut Totok yang menjadi penghuni rumah kontrakan itu, Kamis (17/1/2020) malam. Pertemuan, disaksikan oleh pihak pemerintah desa dan kepolisian setempat.

"Warga keberatan aktivitas di sana. Warga menghendaki tidak digunakan untuk aktivitas karena awalnya ngontrak, bukan aktivitas (perkumpulan), hanya untuk rumah terus ada angkringan," kata Sarjono saat dihubungi, Jumat (18/1/2020).

Saat mediasi itu, warga meminta para penghuni kontrakan, diwakili penanggung jawab bernama Mursinah, untuk membuat surat kesepakatan untuk pindah.

"Intinya surat kesepakatan itu sebelum kita buat, dari pihak Mursinah sudah punya inisiatif mau pindah," sambung Sarjono sambil memastikan jika mediasi semalam berlangsung kondusif.

Sepeninggal Totok dan permaisurinya, Fanni Aminnadia yang ditahan dan menjalani proses hukum, rumah kontrakan itu, hingga Jumat siang terpantau sepi dari aktivitas. Beberapa properti seperti dupa, deretan tampah penuh simbol, gubuk angkringan, dan sebagainya diabaikan begitu saja.

Tak ada garis polisi terpasang di sekitaran lokasi, namun Sarjono menyebut masih ada tujuh orang di dalamnya, termasuk dua anak Totok dan Fanni.

"Saat ini kesepakatan tadi malam selama masih waktu tiga hari ini tidak boleh menerima tamu. Tamu hanya boleh ditemui di luar rumah," tandasnya.[]