News

Warga Korsel yang Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu Bertambah jadi 13 Orang

Warga Korea Selatan yang meninggal dunia setelah disuntik vaksin flu bertambah menjadi 13 orang


Warga Korsel yang Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu Bertambah jadi 13 Orang
Seorang petugas kesehatan melampirkan pemberitahuan penangguhan program vaksinasi influenza di pintu masuk rumah sakit di Sejong, Korea Selatan, 22 September 2020 (Yonhapnews.com)

AKURAT.CO, Warga Korea Selatan yang meninggal dunia setelah disuntik vaksin flu bertambah menjadi 13 orang. Meski demikian, pejabat Korea Selatan pada hari Kamis, (22/10) menolak untuk menangguhkan program inokulasi flu musiman negara itu.

Otoritas kesehatan mengatakan mereka tidak menemukan hubungan langsung antara kematian, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, dan vaksin yang diberikan di bawah program untuk menyuntik sekitar 19 juta remaja dan lansia secara gratis.

"Jumlah kematian telah meningkat, tetapi tim kami melihat kemungkinan kecil bahwa kematian akibat suntikan (vaksin flu)," kata Jeong Eun-kyeong, direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), kepada parlemen, seperti dilansir dari Reuters, Kamis.

Korea Selatan memesan 20 persen lebih banyak vaksin flu tahun ini untuk menangkal apa yang disebut 'twindemic' orang dengan flu yang mengembangkan potensi komplikasi COVID-19, dan membebani rumah sakit selama musim dingin.

"Saya memahami dan menyesali bahwa orang-orang khawatir tentang vaksin tersebut," kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo pada hari Kamis, sambil mengonfirmasi bahwa program gratis akan dilanjutkan.

"Kami sedang mencari penyebabnya, tetapi akan kembali memeriksa secara menyeluruh seluruh proses yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah, dari produksi hingga distribusi," tambahnya.

Program vaksin gratis negara ini menggunakan dosis yang diproduksi oleh pembuat obat lokal GC Pharma, SK Bioscience dan Ilyang Pharmaceutical Co, bersama dengan Sanofi Prancis dan Glaxosmithkline Inggris. Vaksin tersebut didistribusikan oleh perusahaan lokal LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., sebuah unit dari Boryung Pharm Co. Ltd.

GC Pharma, LG Chem, SK Bioscience dan Boryung menolak berkomentar. Ilyang Pharmaceutical, Sanofi dan GSK tidak segera membalas permintaan komentar oleh media.

Tidak segera jelas apakah ada vaksin buatan Korea Selatan yang diekspor, atau apakah yang dipasok oleh Sanofi dan GSK juga digunakan di negara lain.