News

Warga Kampung Akuarium Direlokasi


Warga Kampung Akuarium Direlokasi
Warga beraktivitas di area pemukiman sementara di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Selasa (25/8/2020). Gubernur DKI Anies Baswedan akan membangun kembali rumah susun di kawasan Kampung Akuarium meski kampung tersebut masuk ke dalam zona merah atau area terlarang pembangunan pemukiman warga. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal membangun kembali kawasan Kampung Akuarium Jakarta Utara yang digusur mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Btp) alias Ahok pada 2016 silam.  

Penataan kawasan ini mulai digenjot bulan depan setelah Gubernur Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama pada 17 Agustus 2020 lalu. Untuk memudahkan pembangunan kawasan ini warga setempat direlokasi terlebidahulu.

"Kan ground breakingnya sudah pas tanggal 17 Agusutus 2020 kemarin, terus pengerjaannya sekarang lagi tahap relokasi warganya," kata Topaz Juanda ketua RT setempat saat dikonfirmasi AKURAT.CO Minggu (30/8/2020).

Topaz menjelaskan, warga setempat tidak dipindahkan ke tempat lain. Mereka masih tetap tinggal di kawasan selama proses pembangunan kawasan itu. Hanya saja shelter yang mereka diami sekarang ini bakal digeser lantaran lokasinya terimbas proyek pembangunan.

"Disitu juga relokasinya karena kena pengerjaannya. Shelternya geser. Karena kena pembangunan," pungkasnya 

Untuk proses relokasi warga setempat ditarget rampung di awal bulan September ini. Setelahnya pembangunan fisik kawasan akan dikebut. 

"Sedang dibikin layoutnya. Untuk pengerjaan relokasi sampai september sih. Jadi September harus sudah selesai," pungkasnya.

Setelah dibangun nanti, pengelolaan rumah susun di tempat ini bakal diserahkan kepada warga. Semua proses perawatan rumah susun tidak di bawah kendali pemerintah. Sayangnya sejauh ini Pemprov DKI tidak berbicara secara terbuka mengenai status Rumah susun itu apakah rusun sewa atau milik.

"Dalam konteks Kampung Akuarium ini, justru yang didorong adalah bagaimana pengelolaan tersebut berbasis masyarakat. Jadi, nanti koperasi masyarakat, namanya kalau enggak salah Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri, nanti dia yang akan mengelola rusun umum," kata Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Angga Putra Fidrian.