News

Warga Gelar Syukuran Keluarga Pulang dari Wuhan, Roy Suryo: Ada Juga yang Persiapkan Slametan 40 Hari Hilangnya Harun Masiku


Warga Gelar Syukuran Keluarga Pulang dari Wuhan, Roy Suryo: Ada Juga yang Persiapkan Slametan 40 Hari Hilangnya Harun Masiku
Potret politisi Tanah Air bersama hewan peliharaan (Instagram/roysuryo88)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat Roy Suryo kembali menuliskan cuitan di Twitter terkait teror virus corona dan tersangka penyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Harun Masiku.

Kedua berita ini memang sedang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat, khususnya di media sosial. Sebab, kasus suap Harun Masiku hampir berbarengan dengan isu virus corona yang sama-sama menjadi sorotan masyarakat Indonesia.

Roy Suryo dalam cuitannya menyandingkan artikel pemberitaan perihal seorang ibu yang menggelar syukuran karena anaknya pulang dari observasi Corona di Natuna dan berita soal Harun Masiku yang keberadaannya hingga saat ini masih misterius. 

Harun Masiku diketahui menghilang sehari sebelum Wahyu Setiawan ditangkap Komisi Pemberantasan  Korupsi (KPK). Hari ini merupakan hari ke 40 politikus PDIP itu menghilang sejak ditetapkan sebagai tersangka.

Roy pun berguyon perihal 40 hari hilangnya Harun Masiku. "Alhamdulillah, Selamat ya Bu. Insyaa Allah Putrinya (+ 284 WNI ex Wuhan) semua Sehat, Selamat dan Baik-baik saja. Soalnya di sisi lain ada yang lagi mempersiapkan "Selametan" 40-hari Hilangnya Buronan @KPK_RI Caleg @PDI_Perjuangan si Harun Masiku lho. Nasi apa enaknya ya? Ada usul?" tanya @KRMTRoySuryo2 di Twitter.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mencari kader PDI Perjuangan Harun Masiku (HAR), buronan kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

"Kami sudah bentuk tim juga satgas khusus, kami sudah keluarkan DPO (daftar pencarian orang) . Akan tetapi, sampai sekarang kami belum mendapatkan," ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK RI, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Ia pun menegaskan bahwa KPK tidak berhenti untuk mencari Harun meskipun sudah sebulan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada hari Kamis (9/1).

"Kami tidak bicara 1 bulan lama, 2 bulan lama, tidak karena yang jelas KPK tidak berhenti untuk mencari, ditambah lagi kami sudah minta bantuan Polri untuk bantu cari yang bersangkutan," ungkap Alex.

KPK pada hari Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka terkait dengan kasus tersebut.

Sebagai penerima adalah mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Sebagai pemberi adalah Harun dan Saeful (SAE), swasta.[]