Ekonomi

Warga Frustasi, Harga BBM AS Meroket 2 Kali Lipat Dibanding 2 Tahun Lalu

Meroketnya harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) telah mencapai lebih dari USD5 atau Rp 72.500 (kurs Rp 14.500) per galon


Warga Frustasi, Harga BBM AS Meroket 2 Kali Lipat Dibanding 2 Tahun Lalu
Ilustrasi Kilang Minyak (wikipedia.org)

AKURAT.CO, Meroketnya harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) telah mencapai lebih dari USD5 atau Rp 72.500 (kurs Rp 14.500) per galon pada Sabtu (11/6/2022) waktu setempat. Satu galon sendiri setara dengan 3,78 liter.

Harga BBM di AS saat memasuki musim panas memang akan selalu mahal karena meningkatnya permintaan di lapangan, namun kenaikan BBM ini merupakan yang paling tinggi dalam 14 tahun belakangan.

Tentunya, kenaikan BBM ini tak terlepas akibat invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi Barat yang membuat harga energi dunia meningkat.

baca juga:

Menurut koresponden analis AAA, harga rata-rata nasional BBM di AS adalah USD 5, naik 60 sen dibandingkan bulan lalu. Sedangkan tahun lalu, BBM dijual USD 3,08 per galon. Di beberapa negara bagian seperti California, harga BBM meroket tajam hingga melebihi USD 6 per galon.

Hal ini menjadikan masyarakat jadi mengeluarkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar mereka.

"Rata-rata konsumen akan membayar USD 450 per bulan untuk kebutuhan bahan bakar mereka," kata Kepala Analisis Energi Global Oil Price Information Service, Tom Kloza dikutip dari The New York Times, Senin (13/6/2022).

Perusahaan minyak menutup beberapa kilang dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama pandemi ketika permintaan anjlok. Beberapa kilang baru akan dibuka atau diperluas tahun depan.

Para analis mengatakan permintaan BBM yang tinggi membebani pasokan yang terbatas dan mendorong harga menjadi lebih tinggi karena masyarakat telah melakukan banyak perjalanan setelah pembatasan akibat adanya gelombang Covid-19 beberapa tahun lalu

Harga BBM yang tinggi merupakan masalah besar bagi Presiden AS Joe Biden. Banyak pakar politik percaya Demokrat bisa menderita kerugian dalam pemilihan November karena masyarakat marah dan frustrasi.

Sumber: Reuters, New York Times