News

Wapres Yakin Masyarakat Terhindar Dari Politik Identitas

Wapres Yakin Masyarakat Terhindar Dari Politik Identitas
Wapres Ma'ruf Amin usai silaturahmi dengan civitas academica UMI Makassar, Sabtu (3/12/2022). (Antara/Desca Lidya Natalia)

AKURAT.CO Wakil Presiden Ma'ruf Amin meyakini politik identitas dapat dihindari pada Pemilu 2024 nanti.

"Saya kira sudah sejak lama kita menghindari politik identitas dan juga kedua, perbedaan politik, perbedaan (saat) pilpres itu tidak membelah bangsa ini," jelasnya usai menghadiri silaturahmi dengan civitas academica Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12/2022).

Pemilu anggota legislatif, baik DPRD tingkat II, DPRD tingkat I, DPR maupun DPD RI, serta Pemilu Presiden/Wakil Presiden akan dilaksanakan serentak pada tanggal 14 Februari 2024.

baca juga:

"Kita bertoleransi lah. Saya sering mengatakan kalau berbeda partai lakum partaiyukum walana partayuna, artinya kita berbeda partai kita tetap saudara sebagai bangsa," ujar Wapres.

Menurut Wapres, begitu juga perbedaan pilihan presiden, jangan sampai menjadikan sesama anak bangsa jadi bermusuhan.

"Saya kira ini sebenarnya, seharusnya kita sudah punya pengalaman, jadi tidak perlu ada konflik dan tidak perlu menggunakan identitas untuk kampanye kita," katanya.

Wapres menyebut bangsa Indonesia sesungguhnya sudah biasa menghadapi perbedaan, bahkan dalam kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan agama.

"Saya sering mencontohkan kita dahulu ada perbedaan Lebaran. Puasa itu dahulu memang ada terjadi konflik, permusuhan di bawah, tetapi sekarang sudah tidak ada masalah setiap puasa berbeda. Saya kira di politik juga begitu, sudah berkali-kali pemilu seharusnya sudah tidak ada lagi, sudah matang," jelasnya.

Hingga saat ini total 18 partai politik yang dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi oleh KPU pada 14 September 2022. Sembilan parpol yang memiliki perwakilan di DPR tidak perlu lagi diverifikasi faktual, sedangkan sembilan parpol lainnya harus mengikuti verifikasi faktual.

Sembilan partai politik non-parlemen yakni PSI, Partai Perindo, PKN, Partai Gelora, PBB, Partai Hanura, Partai Ummat, Partai Buruh dan Partai Garuda.

Verifikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan parpol digelar pada 10-23 November 2022, sedangkan hasilnya akan diumumkan pada 14 Desember 2022 mendatang.