Ekonomi

Wapres Ma'ruf Amin Sesumbar Ekonomi Kerakyatan Syariah Mampu Bertahan di Masa COVID-19


Wapres Ma'ruf Amin Sesumbar Ekonomi Kerakyatan Syariah Mampu Bertahan di Masa COVID-19
Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin pada saat membuka acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020. (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin menyebutkan hadirnya pandemi COVID-19 faktanya telah memberikan dampak yang sangat serius di berbagai sektor, termasuk dunia usaha. Meskipun banyak usaha besar yang tumbang, namun ekonomi kerakyatan syariah justru bisa bertahan di masa pandemi COVID-19.

Ma'ruf Amin mengungkapkan dirinya berharap melalui acara ISEF 2020 ini, ekonomi sekaligus keuangan syariah Indonesia bisa menjadi role model bagi negara-negara lain.

"Hal ini bisa menjadi upaya nyata dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah agar bisa menjadi arus utama dalam kebijakan nasional maupun internasional. Maka dengan itu saya mendukung acara ISEF ini agar Indonesia kedepannya bisa menjadi role model dalam pengembangan ekonomi dan keuagan syariah di berbagai belahan dunia, sebab melalui ISEF inilah pemikiran mengenai ekonomi dan keuangan syariah akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," paparnya.

Lebih lanjut Ma'ruf Amin menyatakan sektor yang terdampak akibat COVID-19 membuat ekonomi kerakyatan syariah semakin bertahan meskipun guncangannya begitu dahsyat. Sebagai contoh bank wakaf mikro, koperasi syariah, dan Baitul Maal wat Tamwil atau Badan Usaha Mandiri Terpadu (BMT) sekarang mulai banyak tumbuh di masyarakat.

"Maka dengan itu hadirnya berbagai stimulus yang diberikan oleh pemerintah, mampu mendorong lembaga-lembaga syariah untuk terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," tegasnya.

Tak hanya itu saja, Ma'ruf Amin berharap melalui penyelenggaraan ISEF tahun 2020 ini dapat menjadi momentum akselerasi semua pihak untuk memperluas kerja sama internasional. Sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dan value chain (nilai rantai) dunia melalui penguatan outlet pasar global, terutama untuk produk-produk halal dunia.

Sebagai informasi, ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu instrumen alternatif dalam rangka pemerataan kesejahteraan. Dalam industri tersebut telah bertransformasi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Adapun negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia dikenal dunia sebagai ‘raksasa tidur’ yang menyimpan potensi dan peluang besar sebagai pemain utama dalam perekonomian dunia khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah.[]