Rahmah

Wapres KH Maruf Amin: Wakaf Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Negara

Wapres KH Maruf Amin mengatakan jika wakaf memiliki peran penting sebagai dana abadi umat untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.


Wapres KH Maruf Amin: Wakaf Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Negara
Ma'ruf Amin ketika membuka membuka acara Syiar Islam dan Istighotsah Kubra dalam rangka Tarhib Ramadan melalui konferensi video dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Sabtu (10/4/2021). (Dok Setwapres)

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin mengatakan dalam konteks pembangunan, wakaf tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, namun juga memiliki peran penting sebagai dana abadi umat untuk mewujudkan kesejahteraan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian negara. 

"Saat ini, praktik wakaf tidak hanya diterapkan negara-negara islam, tapi juga di negara-negara non-islam seperti Amerika Serikat, Singapura, Thailand dan lain-lain. Di Amerika Serikat, misalnya, masyarakat muslim membentuk Kuwait Awqaf Public Foundation (KAPF)," kata Wapres KH Maruf Amin pada acara Gerakan Sadar Wakaf “Sumatera Berwakaf”, melalui konferensi video, Jumat (13/8/2021).

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menyebut peran dan manfaat wakaf yang begitu besar telah dirasakan negara-negara di dunia. Di antaranya mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yaitu mengurangi kemiskinan.

Menurut Wapres KH Maruf Amin, sebagai upaya mendapat kemanfaatan yang lebih besar dan memudahkan masyarakat untuk berwakaf, kini praktik wakaf dapat dilakukan dengan uang, karena dinilai lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi. Wakaf uang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia.

Pada tahun 2018, Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyampaikan bahwa potensi wakaf uang nasional diperkirakan dapat mencapai Rp180 triliun pertahun. Namun, realisasi wakaf uang masih jauh dari angka yang diproyeksikan. 

"Karena itu diperlukan usaha-usaha yang lebih optimal dan Gerakan Riau Berwakaf diharapkan dapat mendukung capaian potensi tersebut," ujar Wapres.

Wapres memaparkan setidaknya ada tiga upaya yang dapat meningkatkan potensi wakaf uang. Pertama, perlu adanya peningkatan literasi wakaf pada masyarakat. Penting diketahui bahwa wakaf bersumber dari masyarakat dan akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat bersama. Kedua, perlunya teknologi digital untuk pengelolaan wakaf. Ketiga, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang wakaf. Hal tersebut bertujuan agar pengelolaan wakaf dapat lebih profesional dan kepercayaan publik terus terjaga.

"Pengelolaan wakaf harus ditangani oleh SDM yang memiliki kompetensi khusus di bidang wakaf, dan pengelolaan wakaf merupakan pekerjaan utama, bukan pekerjaan sampingan,” kata kiai kelahiran Banten itu.[]