News

Wapres Dorong Percepatan Penyaluran Bantuan Sosial di Jawa Tengah

Wapres RI Ma’ruf Amin mendorong percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM Level 4.


Wapres Dorong Percepatan Penyaluran Bantuan Sosial di Jawa Tengah
Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin pada saat membuka acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020. (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Wakil Presiden RI (Wapres RI) Ma’ruf Amin mendorong percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang terdampak kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4.

“Di dalam masa PPKM Level 4, di mana masyarakat diminta untuk tinggal d irumah, maka penyaluran bantuan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam strategi pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19,” ujar Wapres dalam keterangannya sebagaimana dikutip Akurat.co dari laman Sekretariat Kabinet, Sabtu (24/7/2021).

Menurut data dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), di Jawa Tengah penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Kartu Sembako harus lebih dioptimalkan pelaksanaannya.

“Di Jawa Tengah penyaluran PKH dari target 548.166 keluarga itu penerima manfaat atau KPM baru mencapai 359.057 artinya baru 65,4 persen, untuk program Kartu Sembako dari target 3,8 (juta) baru 2,96 juta berarti 76 persen. Hal-hal lain juga termasuk dengan bantuan-bantuan lain,” ungkapnya.

Wapres juga mendorong kemajuan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang didanai dari Dana Desa, bantuan sosial lainnya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah daerah sendiri, dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk pelaku usaha mikro.

Terkait realisasi anggaran penanganan Covid-19, Wapres meminta agar Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota diberikan perhatian dan dorongan serta pendampingan mengenai ketentuan regulasi dan hukum, agar dapat merealisasikan anggaran secara optimal.

“Kalau ada hal-hal yang masih dikhawatirkan untuk percepatannya termasuk Kejaksaan, Polri, dan BPKP dan juga termasuk Pak Jaksa Agung akan memberikan bahwa nanti dari Kejaksaan dari tingkat Provinsi akan membantu,” tuturnya.

Dalam arahannya, Wapres juga menekankan untuk fokus menjamin ketersediaan tempat tidur perawatan bagi pasien Covid-19, obat-obatan, dan oksigen. “Hal yang sangat strategis menurut saya, kemudian terkait treatment, saya juga ingin fokus pada BOR dan ketersediaan obat, kemudian ketersediaan oksigen,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Jateng melaporkan berdasarkan data per 22 Juli 2021, pukul 16.00 WIB, pasien Covid-19 yang dirawat di wilayahnya adalah sebanyak 32.827 orang.