Ekonomi

Wapres Beberkan Tiga Jurus Tingkatkan Pengembangan Industri Produk Halal Indonesia

Pengembangan industri produk halal terus dilakukan melalui berbagai program diantara lain melalui pembangunan kawasan industri halal


Wapres Beberkan Tiga Jurus Tingkatkan Pengembangan Industri Produk Halal Indonesia
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin (Istimewa)

AKURAT.CO Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa upaya pengembangan industri produk halal akan terus dilakukan melalui berbagai program yang sudah dijalankan diantara lain melalui pembangunan kawasan industri halal maupun zona-zona halal di dalam kawasan industri.

" Diharapkan melalui upaya ini seluruh layanan yang berhubungan dengan kehalalan produk akan berada. dalam satu atap atau yang biasa kita sebut One Stop Service (OSS). Kita bersyukur bahwa saat ini sudah ada tiga kawasan industri halal. Pertama adalah Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Provinsi Banten, Kedua adalah Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, dan yang ketiga yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah adalah Bintan Inti Halal Hub, di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau dan Insyaallah akan menyusul lagi beberapa kawasan industri halal lainnya," ucapnya pada saat pembukaan webinar Sharia Fair 2021 di Jakarta.

Tak hanya itu saja, Pemerintah juga mendorong pembenahan, pencatatan perdagangan produk halal Indonesia termasuk pengembangan kodefikasi data industri halal.

"Melalui upaya ini diharapkan statistik perdagangan produk halal Indonesia akan tercatat lebih baik lagi," tambahnya.

Kemudian, lanjutnya, pemerintah saat ini juga sedang melakukan pengembangan sistim dan proses sertifikasi produk halal dan produk halal ekspor yang mudah, efisien dan efektif. Lalu upaya lainnya adalah pengembangan substitusi produk impor dan matrial non-halal termasuk mendorong keterlibatan lembaga-lembaga riset untuk melakukan penelitian dan juga pengembangan dalam rangka mendukung pengembangan industri produk halal di Indonesia.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, faktanya memiliki potensi besar dalam pengembangan industri ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economy, sektor EKSyar Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat berarti tiap tahunnya. Pada tahun 2018, ekonomi syariah Indonesia tercatat masih berada di peringkat ke-10 dunia.

Kemudian pada tahun 2019 naik menjadi peringkat ke-5, dan tahun 2020 lalu Indonesia berada di posisi nomor 4 dunia.[]