Lifestyle

Wanitamu Sedang Bergairah? Mungkin Ini Masa Subur

Puncak dari gairah seksual wanita terjadi pada saat ovulasi, yang dikenal dengan istilah masa subur. Sebab, indung telur di rahim melepaskan sel telur.


Wanitamu Sedang Bergairah? Mungkin Ini Masa Subur
Ilustrasi wanita yang sedang bergairah untuk melakukan hubungan seksual (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Gairah seksual wanita sangat ditentukan oleh siklus menstruasi. Oleh karena itu, gairah seksual wanita naik turun mengikuti siklus bulanannya. 

Puncak dari gairah seksual wanita biasanya terjadi pada saat ovulasi, yang juga dikenal dengan istilah masa subur.

Masa ovulasi adalah salah satu tahap dalam siklus menstruasi di mana wanita sedang subur-suburnya. Sebab pada masa ovulasi, indung telur di rahim melepaskan sel telur. 

Sel telur lantas turun ke tuba falopi untuk bertemu dengan sel sperma dan membentuk janin, jika terjadi proses pembuahan. Peluang kehamilan bila berhubungan seks tanpa alat kontrasepsi akan sangat tinggi kemungkinannya pada masa subur ini.

Sebuah penelitian dalam jurnal Human Reproduction, mengatakan bahwa frekuensi seks pasangan akan meningkat hingga 24 persen, ketika wanita memasuki masa ovulasi.

Penelitian lain yang diprakarsai tim dari University of Virginia di Amerika Serikat (AS) yang dilansir dari laman WEB, juga membuktikan bahwa wanita jauh lebih mudah terangsang dan mencapai orgasme di tengah-tengah siklus menstruasi, yaitu pada masa ovulasi.

Begitu juga dengan studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Arizona State Universtity. Studi ini mengungkapkan bahwa frekuensi wanita melakukan masturbasi meningkat ketika memasuki masa ovulasi.

Dilansir dari  Psychology Today, ada beberapa kemungkinan mengapa nafsu seks wanita memuncak di masa subur. Alasan yang paling kuat yaitu tubuh manusia secara biologis memang dirancang untuk melakukan reproduksi.

Oleh karena itu, ketika wanita memasuki masa subur, otak menangkap sinyal dari sistem reproduksi wanita untuk berhubungan seks agar peluang kehamilan lebih besar. Reaksi otak ini bersifat otomatis.

Seorang pakar epidemiologi dari National Institute of Environmental Health Sciences di Amerika Serikat, dr. Allen Wilcox juga menjelaskan alasan keterkaitan masa ovulais dengan gairah seksual wanita. 

Menurutnya, produksi zat kimia alami bernama feromon dalam tubuh wanita meningkat saat ovulasi. Zat feromon ini akan ditangkap oleh indra penciuman dan otak pasangan sehingga wanita jadi lebih menggoda dan menggairahkan bagi pasangan.

Selain itu, indra penciuman wanita juga meningkat tajam ketika memasuki ovulasi. Oleh karena itu, wanita juga lebih peka terhadap feromon yang diproduksi oleh pasangannya. Perubahan tubuh inilah yang jadi alasan nafsu seks wanita jadi lebih terbakar di masa subur.

Kamu, pasangan yang ingin punya momongan, yuk segera dicoba. Mumpung subur, loh![]