Rahmah

Wanita Pakai Sorban, Bolehkah dalam Pandangan Islam?

Islam melarang kita melakukan tasyabbuh


Wanita Pakai Sorban, Bolehkah dalam Pandangan Islam?
Sorban (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Sering kita temukan adanya wanita yang memakai sorban, salah satunya biasanya di Tiktok. Mereka menggunakan demikian untuk membuat konten belaka. Meskipun, tentu saja ada konsekuensi agama di dalamnya.

Dalam pandangan Islam, kita tidak boleh melakukan tasyabbuh (penyerupaan) laki-laki dengan perempuan atau sebaliknya, sebab dianggap menyalahi kodrat yang sudah Allah takdirkan.

Mengutip Bincangsyariah.com, Sayyid ‘Abdur Rahman Ba’alawi dalam kitabnya Bughyatul Mustarsyidin halaman 604 menjelaskan terkait dengan batasan-batasan tasyabbuh (laki-laki menyerupai perempuan atau sebaliknya), sebagai berikut :

)مسألة : ي) : ضابط التشبه المحرم من تشبه الرجال بالنساء وعكسه ما ذكروه في الفتح والتحفة والإمداد وشن الغارة ، وتبعه الرملي في النهاية هو أن يتزيا أحدهما بما يختص بالآخر ، أو يغلب اختصاصه به في ذلك المحل الذي هما فيه.

Artinya: “Batasan tasyabbuh yang diharamkan berupa penyerupaan laki-laki terhadap perempuan ataupun sebaliknya, ialah sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Fath al-Jawad, Tuhfah, al-Imdad dan Syan al-Gharrah begitupula pendapat Imam Romli mengatakan :‘berpenampilannya laki-laki dan perempuan dengan penampilan khusus bagi salah satunya atau mengenakan pakaian yang jamak digunakan salah satunya’”

Kita tahu bahwa sorban merupakan pakaian yang khusus dipakai oleh laki-laki, maka bila perempuan melakukan itu dianggap telah melakukan tasyabbuh dengan laki-laki.

Imam Abdurrouf Al-Munawi dalam kitabnya Faidul Qodir fi Syarh as-Shagir halaman 271 juz 5, menerangkan bahwa Allah melaknat orang laki-laki yang meyerupai perempuan ataupun sebaliknya :

لعن الله لمتشبهات من النساء بالرجال فيما يختص به من نحو لباس وزينة وكلام وغير ذلك والمتشبهين من الرجال بالنساء كذلك… وحكمة لعن من تشبه إخراجه الشيء عن صفته التي وضعها عليه أحكام الحكماء

Artinya: “Semoga Allah melaknat wanita yang meniru laki-laki dalam hal pakaian, perhiasan, ucapan dan hal-hal lain, dan laki-laki yang meniru wanita demikian pula… Hikmah mengutuk orang yang meniru adalah untuk mengeluarkan sesuatu dari sifat-sifatnya yang telah ditetapkan oleh hukum-hukum orang bijak.”

Lalu bagaimana dengan konteks di Indonesia bila ada wanita yang memakai sorban, apakah juga dianggap sebagai perbuatan tasyabbuh, yang dilarang dalam ajaran agama?

Jawabannya adalah tidak. Ini karena dua alasan. Pertama, karena rata-rata laki-laki di Indonesia tidak mengenakan sorban. Dan kedua, kalau pun menyerupai, sorban yang digunakan antar satu laki-laki dengan laki-laki lain pun berbeda. Jadi, hemat kami, masih ada cela untuk dibolehkan bagi perempuan di Indonesia memakai sorban, apalagi sekadar untuk membuat konten di sosial media. Wallahu A'lam.[]