Ekonomi

Wamenkeu: Sumber Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Adalah Kunci untuk Indonesia Lebih Baik

Wamenkeu: Sumber Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Adalah Kunci untuk Indonesia Lebih Baik
Wakil Menteri Keuangan, Suhasil Nazara (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mengatakan, kunci untuk membuat pertumbuhan ekonomi baru ke depan adalah dengan mencari sumber-sumber baru yang lebih berkelanjutan, seperti melakukan hilirisasi industri.

Menurutnya, anggaran belanja dan pendapatan negara (APBN) akan terus menjadi shock absorber dan menciptakan program-program yang bisa mendorong kegiatan ekonomi ke depan.

“Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa banyak. Sejak beberapa tahun yang lalu, pemerintah secara konsisten mendorong supaya terjadi hilirisasi industri di perekonomian Indonesia. Sumber daya alam kita diolah lebih lanjut dan tidak kita jual secara mentah. Ini sudah mulai kita lakukan sehingga ada beberapa pembatasan ekspor yang dilakukan oleh pemerintah supaya terjadi hilirisasi industri di Indonesia,” kata Suahasil secara dalam Indonesia Economic Outlook 2023 National Seminar yang disaksikan secara daring, Kamis (24/11/22).

baca juga:

Keberadaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia juga bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya untuk terus mendorong akses bagi UMKM, terutama akses mendapatkan modal.

“Supaya mereka bisa mendapatkan akses ke financial, ini akan meningkatkan pendalaman pasar dan pada saat yang bersamaan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Ini merupakan pekerjaan rumah, namun kalau kita melakukan dengan baik, maka akan membuka sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan ekonomi digital juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Selama periode pandemi covid-19, digitalisasi dapat menciptakan peluang-peluang baru.

Digitalisasi juga masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan birokrasi, sehingga pekerjaan birokrasi dapat dilakukan dengan tata cara digital dan menjadi sumber dari efisiensi.

“Di sisi keuangan, ada aset-aset digital. Kita harus terus meningkatkan pemahaman kita supaya kalau kita berkecimpung di aset digital, seperti kripto. Kita mengetahui dengan persis seluruh risiko dan mampu memitigasi risikonya. Kita melihat digital ekonomi menciptakan transaksi-transaksi baru yang dulunya tidak dimungkinkan. Kita bisa melihat bahwa UMKM kita pun sudah mendapatkan manfaat dari keberadaan digital. Berjualan secara online ini juga manfaat yang luar biasa,” kata dia.

Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa ekonomi hijau disusun dalam bentuk transisi menuju ekonomi hijau. Indonesia berjanji pada tahun 2060 atau sebelumnya akan mencapai Net Zero Emission (NZE). Artinya, emisi karbon yang dikeluarkan oleh Indonesia dalam pembangunan akan dikompensasi.

“Ini adalah suatu niat yang sangat mulia dan saya yakin teman-teman semua yang sekarang adalah mahasiswa pada saatnya nanti akan mendapatkan manfaat dari Indonesia yang lingkungannya lebih bersih. Kita harus menyusun ini secara baik dan ini adalah untuk generasi muda, generasi penerus bangsa. Green ekonomi akan menciptakan ruang-ruang pertumbuhan baru. Bukan saja ruang mengenai penciptaan pembangkit listrik yang lebih renewable, namun juga ruang-ruang di mana lingkungan hidup kita akan mampu kita garap dan kita dalami dengan jauh lebih baik,” katanya. []