News

Wali Kota Tanjungbalai Segera Diadili di Pengadilan Tipikor Medan

Wali Kota Tanjungbalai segera jalani persidangan


Wali Kota Tanjungbalai Segera Diadili di Pengadilan Tipikor Medan
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M. Syahrial segera diadili atas kasus dugaan suap penanganan perkara dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai.

Kekinian, Jaksa Penuntut Umum telah melimpahkan berkas perkara Syahrial ke Pengadilan Tipikor Medan. 

"Hari ini (30/6/2021) Jaksa KPK Agus Prasetya Rahardja telah melimpahkan berkas perkara Terdakwa M. Syahrial (Walikota Tanjung Balai) ke Pengadilan Tipikor pada PN Medan," kata Plt Jubir KPK, Ipi Maryati dalam keterangannya, Rabu (30/6/2021). 

Dengan pelimpahan ini, penahanan Syahrial menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Medan dan sementara ini tempat penahanan Terdakwa masih tetap dititipkan pada Rutan KPK Kavling C1. 

Selanjutnya, Jaksa Penuntut menunggu penetapan Pengadilan Tipikor Medan terkait jadwal sidang perdana Syahrial yang diduga menyuap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

"Selanjutnya menunggu penetapan penunjukkan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pertama yaitu pembacaan surat dakwaan oleh Tim JPU," jelas Ipi.

Ipi menjelaskan alasan Jaksa memilih Pengadilan Tipikor Medan untuk menggelar persidangan Syahrial. 

Salah satunya lantaran proses suap kepada Stepanus mulai dari persiapan hingga pemberian suap melalui transfer antar rekening dilakukan Syahrial di Tanjungbalai, Sumatera Utara.

"Jaksa Penuntut Umum tentu memiliki pertimbangan tertentu untuk melimpahkan berkas suatu perkara pada pengadilan tipikor tertentu," ungkapnya.

"Dalam kasus ini beberapa pertimbangan jaksa antara lain didasarkan pada peristiwa bahwa proses persiapan dan pemberian uang, di antaranya melalui transfer bank dilakukan oleh tersangka di Kota Tanjung Balai," kata Ipi.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka, yakni Stepanus Robin Pattuju, seorang pengacara bernama Maskur Husein, dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Stepanus Robin merupakan penyidik KPK dari Polri yang diduga meminta uang Rp 1,5 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial

Pemberian uang itu dimaksudkan agar kasus yang dialami M Syahrial terkait penyidikan suap yang diusut KPK di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, dihentikan.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebutkan, Stepanus Robin dikenalkan kepada Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial oleh Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Penyidik KPK bersama pengacara dan Wali Kota Tanjungbalai bertemu di rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di wilayah Jakarta Selatan pada Oktober 2020.

"Dalam pertemuan tersebut, AZ (Azis Syamsuddin) memperkenalkan SRP (Stepanus Robin Patujju) dengan MS (M Syahrial) karena diduga MS (M Syahrial) memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK," ucap Firli.

Pertemuan itu, kata Firli, dilakukan agar kasus yang dialami Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial tidak naik ke tahap penyidikan.[]