Ekonomi

Waktunya Investor Gali Cuan dari Deretan Saham Menawan

Secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada area support bullish trend line dan indikasi whipsaw MA5 menuju MA20


Waktunya Investor Gali Cuan dari Deretan Saham Menawan
Seorang karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.100,003. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat 8,702 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.109,833. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkonsolidasi pada area support bullish trend line dan indikasi whipsaw MA5 menuju MA20.

IHSG (-0.09%) ditutup turun tipis 5.67 poin kelevel 5970.24 dengan saham-saham disektor barang konsumen non-primer (-1.02%), Barang Baku (-0.59%) dan Perindustrian (-0.45%) turun.

" Perdagangan saham cenderung sepi setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia rilis tidak mengikuti kecepatan AS dan acaman kasus Covid-19 yang terus meningkat, sehingga capital outflow terus terjadi terlihat nilai tukar rupiah tertekan hampir sepersen kelevel 14.319 rupiah per USD atau turun 0,80%," papar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Indeks saham Jepang dan Hongkong ditutup naik dengan indeks Nikkei (+1.80%), TOPIX (+1.54%) dan HangSeng (+0.77%) naik sedangkan indeks CSI300 (-1.22%) turun di Tiongkok. Ekuitas berjangka AS naik karena investor memantau banyak laporan pendapatan perusahaan menjelang data ketenagakerjaan utama dari AS.

Bursa Eropa mayoritas naik. Indeks Eurostoxx (+0.34%), FTSE (+0.26%), DAX (+0.52%) dan CAC40 (+0.41%) naik karena bank dan produsen mobil memperoleh pendapatan yang kuat. Harga komoditas menguat sejalan dengan inflasi utama AS Menjelang angka ketenagakerjaan AS terbaru, investor semakin fokus pada kapan Federal Reserve mungkin mulai menghentikan dukungan daruratnya. Ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan The Fed akan mengumumkan penurunan laju pembelian obligasi pada kuartal keempat.

" Meskipun Ketua Jerome Powell belum bergeser dari pesannya bahwa terlalu dini untuk membahas langkah seperti itu, para pembuat kebijakan mulai menangani masalah ini secara lebih langsung," imbuhnya.

Sedangkan untuk laju IHSG indikator stochastic terkonsolidasi pada area middle dengan MACD yang undervalue. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi mencoba menguat dengan support resistance 5.942-6.012.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ASRI, BNGA, ERAA, KLBF, PNBN, RALS, WSKT, SMRA," pungkasnya.

Sekadar informasi, IHSG berakhir melemah pada perdagangan hari Kamis (6/5/2021). IHSG merosot 5,67 poin atau 0,09% ke level 5.970,24.

Tercatat 222 saham naik, 269 saham turun, 149 saham stagnan. Nilai transaksi tercetak Rp8,80 triliun.

Investor asing mencatat net buy sebesar Rp182,85 miliar di seluruh pasar. Sementara di pasar reguler asing juga mencatat net buy sebesar Rp321,89 miliar.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co