News

Wakil Rakyat Minta Bawaslu Berani Tunjukkan Integritas Tinggi

Bawaslu harus lebih menampakkan peran dan fungsi


Wakil Rakyat Minta Bawaslu Berani Tunjukkan Integritas Tinggi
Anggota Komisi II fraksi PAN, Guspardi Gaus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). (Oktaviani)

AKURAT.CO, Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) berani dan menunjukkan integritas tinggi serta bekerja profesional dan proporsional dalam melakukan pengawasan pelaksanaan Pemilu dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Sebagai pengawas dalam setiap tahapan pemilu, Bawaslu mesti berani menunjukkan perannya sebagai wasit yang adil, tegas dan berani menindak setiap pelanggaran yang terjadi," kata Guspardi dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021). 

Guspardi menjelaskan, pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu berjalan relatif baik. Namun harus diakui terkadang Bawaslu harus bacakak dengan KPU dan DKPP demi menjaga netralitas dan menegakkan aturan sesuai aturan main yang telah ditetapkan.

"Bawaslu harus lebih menampakkan peran dan fungsinya. Jika salah maka harus berani menyatakan salah, itulah mental pengawas. Peran serta masyarakat juga harus didorong agar berani melapor ke Bawaslu setempat jika melihat adanya indikasi kecurangan dan pelanggaran," tambahnya.

Selain itu, Bawaslu perlu memperkuat jajaran pengawas Pemilu dengan kapasitas dan kemampuan yang merata diseluruh wilayah pemilihan yang diawasi. Kemudian juga merawat jejaring masyarakat sipil yang telah berpartisipasi dalam pemantauan Pemilu.

Dia berharap agar kompetisi dalam pemilu dan pilkada berjalan dengan fair dan dapat menghasilkan para pemimpin yang berkualitas untuk mensejahterakan masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 lalu merupakan pesta demokrasi tersulit yang dilaksanakan di Indonesia karena dilangsungkan dalam keadaan yang tidak normal, yakni pandemi Covid-19.

Guspardi meneragkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Komisi II DPR RI bersama Pemerintah dan penyelenggara pemilu, pelaksanaan pilkada serentak bisa dikatakan sukses dilaksanakan dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,02 persen dari target 77,5 persen.

"Yang tak kalah penting bahwa pelaksanaan pilkada 2020 berlangsung tertib dengan  penegakan protokoler kesehatan yang ketat. Sehingga tidak terjadi klaster baru Covid-19 dari pelaksanaan pilkada serentak 2020," papar Politisi PAN ini.[]