News

Wakil Ketua MPR: Tingkat Pemahaman Kesetaraan Gender Harus Diwujudkan Bersama

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai, pemahaman masyarakat terkait kesetaraan gender sangat memengaruhi sikap sejumlah pihak terhadap RUU PKS.


Wakil Ketua MPR: Tingkat Pemahaman Kesetaraan Gender Harus Diwujudkan Bersama
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat (FraksiNasDem)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai, pemahaman masyarakat terkait kesetaraan gender sangat memengaruhi sikap sejumlah pihak terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Apalagi, kata Lestari, pemahaman kesetaraan gender di masyarakat Indonesia terbilang rendah. Maka menurutnya, upaya peningkatan pemahaman kesetaraan gender dapat diwujudkan lewat pencapaian target Sustainable Development Goal's (SDGs).

"Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) harus dilihat secara holistik, sehingga sejumlah target, termasuk kesetaraan gender, dapat segera dicapai," kata Lestari sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Lestari menyebutkan, diindikasikan dengan berlarut-larutnya proses pembahasan RUU PKS, yang salah satu soal yang dipertentangkan terkait dengan permasalahan gender.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, berharap negara berkomitmen kuat dalam mewujudkan peningkatan pemahaman masyarakat terkait kesetaraan gender, yang merupakan bagian dari SDGs.

"Karena SDGs, adalah sebuah peta jalan bangsa-bangsa di dunia untuk meningkatkan kesejahteraan negara-negara di dunia dan Indonesia adalah salah satu negara yang berkomitmen untuk menjalankannya," terangnya.

Selain itu, Lestari juga mengajak semua pihak tanpa melihat sekat partai politik, golongan dan agama, untuk bahu membahu lewat gerakan peningkatan pemahaman kesetaraan gender di masyarakat dan mendorong segera lahir Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

"Tujuannya untuk melindungi bangsa ini dari ancaman kekerasan seksual yang terus meningkat di tanah air," pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI) Mimah Susanti mengungkapkan, pihaknya selalu berupaya untuk meningkatkan kesetaraan terhadap perempuan Indonesia dengan selalu menyajikan program siaran tanpa diskriminasi.

"Saat ini KPI menghadapi tantangan agar industri penyiaran di Indonesia dapat terus memberikan tayangan yang lebih baik, di tengah meningkat pesatnya tayangan-tayangan di media sosial," ungkap Mimah. []