News

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Dapat Gelar Adat Kedatuan Luwu

Dewan Adat 12 berharap pemberian gelar menjadi motivasi untuk tetap meneruskan pengabdian kepada bangsa dan negara


Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Dapat Gelar Adat Kedatuan Luwu
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendapat gelar adat dari Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. (Foto: Istimewa)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendapat gelar adat We Wettueng Lala Paratiwi. Gelar yang diberikan Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, kepada Lestari itu berarti Bintang yang Bersinar Cemerlang Menerangi Bumi.

"Kedatuan memberikan gelar adat ini sebab beliau telah banyak memberikan perhatian kepada komunitas adat dan keraton-keraton nusantara, terkhusus peran Ratu Kalinyamat dalam pembinaan karakter berbangsa dan bernegara," ujar Yang Mulia Sri Paduka Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau.

Pengukuhan gelar adat dilakukan di Istana Kedatuan Luwu. Dewan Adat 12 berharap pemberian gelar tersebut menjadi motivasi dan pemacu semangat bagi Rerie, sapaan akrab Lestarie Moerdijat disapa, untuk tetap meneruskan pengabdian kepada bangsa dan negara. 

"Serta senantiasa berbuat kebaikan dan kepentingan orang banyak," katanya.

Rerie sendiri menuturkan gelar adat yang diterima merupakan suatu kehormatan, kebanggan, dan kebahagian. Rerie tak membayangkan bisa duduk di antara Datu dan keluarga Istana dalam prosesi adat yang besar. 

"Bersyukur bisa menjadi bagian dari Kedatuan Luwu," tuturnya.

Setelah ditetapkan menjadi bagian dari kedatuan, Rerie yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem berharap bisa menjalankan apa yang selama ini menjadi harapan dan tujuan kedatuan.  

Selain itu, Lestari berjanji akan memperjuangkan RUU Masyarakat Adat menjadi undang-undang sehingga dapat menjadi payung hukum bagi kepentingan masyarakat adat.

"RUU Masyarakat Adat saat ini belum selesai. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab bagi saya," ungkapnya.  

Pada kesempatan yang sama Rerie juga meminta dukungan kepada semua pihak agar diberi kekuatan untuk terus memperjuangkan masyarakat adat. Sebagai legislator dirinya berjanji akan terus menerus mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan masyarakat adat.

"Masih banyak pekerjaan rumah di hadapan kita. Keberadaan masyarakat adat perlu dijaga, dipertahankan. Tanpa mereka tidak akan ada NKRI," tegasnya.[]