Ekonomi

Wakil Erick Bocorkan Dua Calon Investor Baru Garuda Indonesia, Siapa Saja?

Tiko mengungkapkan kedua investor berasal dari bidang penerbangan sekaligus finansial. Keduanya sangat mendukung penerbangan domestik Garuda Indonesia.


Wakil Erick Bocorkan Dua Calon Investor Baru Garuda Indonesia, Siapa Saja?
Petugas Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF AeroAsia) melakukan pemeriksaan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (30/7/2018). PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) merampungkan sekuritisasi pendapatan penerbangan rute Timur Tengah senilai Rp 2 triliun. Sekuritisasi tersebut dikemas dalam kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) yang terdiri atas kelas A sebesar Rp 1,8 triliun dan kelas B Rp 200 miliar. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo memberikan bocoran adanya investor baru yang menyokong dana untuk membuat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk semakin lebih sehat lagi. Investor tersebut tengah didekati oleh BUMN serta oleh manajemen Garuda Indonesia.

Pria yang akrab disapa Tiko itu mengungkapkan bahwa kedua investor tersebut berasal dari bidang penerbangan sekaligus dari bidang finansial. Keduanya menurut Tiko sangat mendukung penerbangan domestik Garuda Indonesia.

Penerbangan Garuda Indonesia juga akan kuat kedepannya, ia juga mengatakan dengan trafik yang cukup tinggi dalam hal penerbagana juga menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki rute domestik terbanyak selain Amerika Serikat dan China. Hal tersebut yang menjadikan investor pertama tertarik untuk mendukung flag carrier ini agar bisa menjadi lebih baik untuk kedepannya.

baca juga:

"Ini kan hub player, seperti Singapura, Dubai, Qatar. Ini kan pemain-pemain hub, mereka garapnya domestik market. Jadi kita harapkan jadi suatu yang bagus ada pemain hub yang jadi investor, sehingga kita membawa market domestik yang kuat, kita akan optimis akan ada berminat yang ke sana," tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Kemudian untuk investor kedua berasal dari bidang finansial, lanjutnya, mereka melihat potensi kinerja keuangan perusahaan pelat merah ini akan menjadi lebih baik ke depannya, yang menjadikan akan ada daya tarik tersendiri dalam membeli saham Garuda Indonesia.

"Kita lihat harga saham Rp 222 setelah disuspend ya. Kita meyakini Ebitda Garuda 2-3 tahun ke depan akan masuk ke ebitda yang baik. Situasi ke depan juga meningkat, sehingga kita harapkan banyak investor finansial yang melihat potensi saham Garuda ke depan," terangnya. 

Dalam kesempatan ini Tiko juga mengklaim bahwa Garuda Indonesia sudah keluar dari kebangkrutan. Hal ini pun sejalan dengan putusan mengenai homologasi di proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Menurutnya, bankrupt dapat terjadi kalau pemberi utang melakukan proses untuk menuntut kebangkrutan, sedangkan hal ini tidak terjadi di Garuda Indonesia.

"Secara bangkrut sudah pasti tidak, karena sudah ada keputusan PKPU yang memberikan restrukturisasi utang, jadi sudah pasti tidak bangkrut," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menyelesaikan tahapan pemungutan suara atau voting dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada Jumat (17/6/2022) lalu.