Olahraga

Waketum PSSI Mengaku Baru Tahu Suporter Masuk UU Sistem Keolahragaan Nasional

Waketum PSSI Mengaku Baru Tahu Suporter Masuk UU Sistem Keolahragaan Nasional
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, usai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung di Hotel Mercure, Jakarta Utara. (AKURAT.CO/Arie Lihardo)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto mengaku pihaknya baru mengetahui perihal suporter selama ini ternyata masuk dalam Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN).

UU SKN tertuang dalam UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. UU ini diterbitkan oleh pemerintah pada tahun ini untuk menggantikan UU Nomor 3 Tahun 2005.

“Dalam evaluasi hari ini, jujur, mohon maaf pak Menpora, kami baru tahu di dalam UU SKN yang baru itu juga mengatur tentang suporter,” kata Iwan dalam konferensi pers usai rapat koordinasi bersama pemerintah dan Polri di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/10).

baca juga:

Setelah mengetahui suporter nyatanya diatur dalam UU SKN, Iwan menyebut bahwa PSSI kini menunggu turunan dari peraturan tersebut. Ia berharap bahwa semua suporter bisa melakukan koordinasi dengan klub ke depannya.

“Jadi, kita tinggal menunggu saja turunannya nanti seperti apa nantinya bahwasanya suporter harus menjadi wadah yang nantinya berkoordinasi dengan klub,” tuturnya.

Diketahui, dalam UU nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan, terdapat pasal yang mengatur mengenai hak dan kewajiban suporter. Hal tersebut tertuang pada pasal 55, yang berisikan bahwa suporter harus berbadan hukum. 

Selain itu, dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa suporter berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum, baik di dalam maupun di luar pertandingan olahraga. 

“Jadi, dengan hal itu, kita bisa mengetahui identitas para suporter. Apabila dia melakukan kesalahan nantinya, suporter itu akan terkena sanksi tidak boleh masuk ke dalam stadion mana pun. Namun, hal-hal lainnya nanti kami akan koordinasikan kembali,” jelasnya.

Lebih jauh, Iwan juga berbicara mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang terjadi usai Arema FC menelan kekalahan 2-3 dari Persebaya Surabaya dalam pertandingan Liga 1 Indonesia 2022-2023 bertajuk Derbi Jawa Timur pada Sabtu (1/10) lalu.

Iwan menyanggah terdapat miskomunikasi dalam peristiwa tersebut.  "Saya gak menganggap itu miskomunikasi. Ini musibah, kita sedang melakukan evaluasi," ujar Iwan.[]