News

Waketum MUI Samakan Revolusi Akhlak Habib Rizieq dengan Revolusi Mental Gagasan Jokowi

Waketum MUI Samakan Revolusi Akhlak Habib Rizieq dengan Revolusi Mental Gagasan Jokowi
Imam Besar PFI Habib Rizieq Shihab dikawal oleh para laskar saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyamakan revolusi akhlak yang digaungkan Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan revolusi mental besutan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Anwar mengatakan, Jokowi dalam periode kepemimpinannya tahun 2014-2019 mengusung sebuah program yang disebut dengan revolusi mental. Tahun 2017 Jokowi menyampaikan harapannya kepada para guru agar bisa membentuk generasi muda yang berkarakter. Pada 2021 beliau meluncurkan sebuah core values " BerAkhlak" bagi para ASN. 

"Meskipun kata BerAkhlak itu merupakan singkatan dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif, tetapi dengan membuat singkatan BerAkhlak disitu juga terkandung maksud agar para ASN tersebut selain memiliki sifat-sifat terpuji dimaksud," kata Anwar  Abbas dalam keterangan tertulisnya, pada Jumat (22/7/2022). 

baca juga:

"Mereka juga diharapkan akan menjadi insan-insan ASN yang memiliki akhlak dan budi pekerti mulia karena tanpa itu maka negeri dan bangsa ini tentu akan menjadi negeri dan bangsa yang  rusak dan berantakan. Hal demikian tentu saja tidak kita inginkan," imbuhnya.

Menurut Anwar, hal itu pula yang hendak disampaikan Habib Rizieq Shihab melalui revolusi akhlak. Mengingat praktek korupsi, kolusi dan nepotisme di negeri ini sudah merebak luar biasa. 

"Hal ini tentu menjadi sebuah pertanda bagi kita semua bahwa negara dan bangsa ini sudah dalam keadaan bahaya atau tidak dalam keadaan baik-baik saja," ujar dia.  

Kata dia, gagasan HRS tentang revolusi akhlak tidak perlu ditakutkan. Hal demikian harus didukung, apalagi gagasan yang disampaikan HRSsejalan dengan yang diinginkan dan dimaksudkan Jokowi.

"Karena secara teoritis dan praktis jika kita masih punya keinginan untuk menjadikan bangsa dan negara ini menjadi bangsa dan negara yang maju. Bahkan tidak hanya sekedar maju, tapi juga adil, di mana rakyatnya hidup dengan aman, tentram, damai, sejahtera dan bahagia maka tidak dapat  seluruh para pemimpin, para ASN dan rakyat luas di negeri ini harus bisa melakukan revolusi mental dan atau revolusi akhlak agar setiap kita sebagai warga bangsa sama- sama memiliki karakter yang baik dan luhur yang menjunjung tinggi bagi terciptanya al akhlakul karimah bagi tegaknya indonesia yang hebat, bermaru'ah dan bermartabat," tukas dia.[]