News

Waka Komisi VIII Ungkap ACT Tidak Masuk Golongan Lembaga Amil Zakat

ACT tidak boleh mengumpulkan zakat, infaq dan sodaqoh. 


Waka Komisi VIII Ungkap ACT Tidak Masuk Golongan Lembaga Amil Zakat
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily (Dok. Pribadi)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengungkapkan bahwa yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tidak masuk dalam golongan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Ace mengaku sudah melakukan penelusuran ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dengan tidak terdaftarnya ke golongan LAZ maka ACT tidak boleh mengumpulkan zakat, infaq dan sodaqoh. 

"Saya sudah check ke Baznas apakah ACT ini termasuk dalam kategori LAZ. Ternyata ACT tidak masuk sebagai LAZ," ungkap Ace saat dihubungi AKURAT.CO, Senin (4/7/2022).

baca juga:

Ace menuturkan, ACT harus melaporkan ke Baznas apabila menyalurkan zakat, infak, sedekah (ZIS). "ACT ini harus melakukan audit yang dilakukan secara independen dan dilaporkan kepada publik," terangnya.

Lebih lanjut politikus Partai Golkar itu mengingatkan, pengumpulan dana dari masyarakat untuk kemanusiaan atau atas nama kegiatan keagamaan harus dikelola secara transparan dah terbuka. Jangan sampai menjual konflik Palestina - Israel, bencana alam dan lain-lain yang justru dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

"Harus disampaikan kepada masyakarat secara periodik laporan penggunaan keuangannya, termasuk biaya operasional manajemennya," tegasnya.

Yayasan ACT tengah menjadi buah bibir masyarakat. Sebagaimana laporan Tempo, uang donasi miliar rupiah yang dikelola ACT masuk ke kantong pribadi sejumlah petingginya.

Dalam laporan berjudul "Aksi Cepat Tanggap Cuan", Tempo menyebut mantan Presiden ACT, Ahyudin diduga menggunakan dana lembaganya untuk kepentingan pribadi. Ahyudin bahkan disebut memanfaatkan dana untuk membeli sejumlah rumah hingga transfer bernilai belasan miliar ke keluarganya.  

ACT merupakan salah satu lembaga filantropi terbesar di Indonesia. Pada 2018 hingga 2020 lembaga ini disebut mengumpulkan dana masyarakat sebesar Rp500 miliar.

ACT ramai menjadi perbincangan warganet bahkan masuk Google Trends usai pemberitaan Majalah tempo tersebut. Selain masuk menjadi salah satu tema dalam Google Trends, tagar atau hastag #JanganPercayaACT dan #AksiCepatTilep menjadi trending topik di Twitter.[]