News

Wajib Dibaca! Ini Kegiatan yang Dilarang dan Dibolehkan Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri di Jakarta

Pemerintah provinis DKI Jakarta memperbolehkan warganya isilasi mandiri di rumah, namun ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi.


Wajib Dibaca! Ini Kegiatan yang Dilarang dan Dibolehkan Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri di Jakarta
Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendatangi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (9/12/2020) (Antara photo)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan kiat dan sejumlah syarat bagi pasien COVID-19 di Jakarta yang ingin melakukan isolasi mandiri di rumah.

Hal tersebut diberitahu Anies lewat akun Instagram pribadinya @aniesbaswedan dikutip AKURAT.CO pada Minggu (20/6/2021).

Anies menyebut, untuk kelayakan tempat tinggal yang dijadikan isolasi mandiri ditentukan oleh Gugus Tugas COVID-19 bersama pihak kecamatan dan kelurahan. Bila memenuhi standar, rumah tersebut bakal dipasangi stiker sebagai pengingat untuk warga yang lain.

"Lurah memasang  pengumuman "sedang melakukan isolasi mandiri” pada pintu atau tempat  yang mudah terlihat," kata Anies.

Kemudian rumah tersebut tidak boleh ditinggali penghuni yang tidak terpapar corona. Sebab kalau tidak mereka sangat berisiko terserang wabah mematikan ini.

Selama isolasi di rumah, pasien dilarang keluar rumah  atau bepergian. Kemudian mereka juga dilarang berinteraksi langsung  dengan  keluarga atau kerabat. Bila melanggar ketentuan ini, maka bisa sanksi  berdasarkan peraturan yang berlaku.  

"Dilakukan pengawasan lokasi oleh lurah dengan melibatkan gugus tugas COVID-19 RT/RW," ucapnya.

Kegiatan yang wajib dilakukan saat isolasi:

-Tetap di kamar dan dapat dihubungi melalui media komunikasi.

-Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer sesering mungkin.

-Pakai masker dengan benar saat keluar kamar atau ruangan.

-Jaga kebersihan lingkungan kamar dan rutin didinfeksi area kamar yang sering disentuh.

-Melaporkan kondisi kesehatan setiap hari atau apabila ada gejala perburukan kondisi kesehatan kepada petugas pemantauan melalaui whatsapp atau telepon.

Kegiatan yang boleh dilakukan:

-Membawa handphone, laptop

-Membawa snack atau cemilan

-Membawa buku bahan bacaan

-Melakukan komunikasi melalui media elektronik

-Melakukan aktivitas positif yang bersifat individual dan dapat dilakukan secara mandiri,  seperti beribadah, bekerja secara daring, senam, menonton dan lain-lain

Kegiatan yang tidak boleh dilakukan saat isolasi:

-Keluar dari kamar tempat isolasi (keluyuran)

-Menerima tamu atau keluarga dalam ruangan isolasi

-Menggunakan barang bersama orang lain

-Mencampur tempat penyimpanan barang pribadi dengan orang lain

-Melakukan aktivitas yang dapat mengganggu orang lain atau menimbulkan kegaduhan

-Merokok []