News

Wajah Baru Pangkalan AS yang Naungi Pengungsi Afganistan, Diisi Momen Kelahiran hingga Salon Kecantikan

Joint Base McGuire–Dix–Lakehurst di New Jersey adalah salah satu dari delapan lokasi di AS yang menampung puluhan ribu warga Afganistan.


Wajah Baru Pangkalan AS yang Naungi Pengungsi Afganistan, Diisi Momen Kelahiran hingga Salon Kecantikan
Dalam foto ini, seorang pengungsi Afganistan menangis saat dipertemukan kembali dengan anaknya di Liberty Village di JB MDL, 18 September 2021 (Courier Post)

AKURAT.CO  Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) McGuire Air Force telah berubah wajah dengan kedatangan para pengungsi Afganistan. 

Pangkalan itu, yang biasanya diwarnai dengan aktivitas militer, kini dipenuhi dengan berbagai peristiwa kehidupan manusia dan segala kompleksitasnya. 

Pekan lalu ada 24 bayi lahir di sana, dan terdapat pula perhelatan pernikahan. Beberapa pengungsi juga mulai terbuka mengutarakan trauma dan perasaannya. Sementara yang lain terlihat sibuk menjumputi baju di meja lipat. Momen-momen kehidupan ini mungkin terdengar biasa bagi masyarakat awam, tapi bisa jadi hal yang cukup membahagiakan dan melegakan bagi para pengungsi Afganistan yang telah kehilangan banyak hal.

Selama lebih dari sebulan terakhir, pangkalan itu telah menjadi rumah bagi lebih dari 9.300 pengungsi Afganistan.

Baca juga: Taliban Larang Warga Afganistan Cukur Jenggot hingga Main Musik

Seperti diwartakan Reuters, Joint Base McGuire–Dix–Lakehurst (JB MDL) yang terletak di New Jersey adalah salah satu dari delapan lokasi di AS yang menampung puluhan ribu warga Afganistan. Di sana, para pengungsi Afganistan tinggal di kompleks yang disebut 'Liberty Village'.

Mencoba membuat mereka merasa diterima, para pejabat di sini menyebut orang Afganistan dengan sebutan 'tamu', bukan pengungsi.

Wajah Baru Pangkalan AS yang Naungi Pengungsi Afganistan, Diisi Momen Kelahiran hingga Salon Kecantikan - Foto 1 Staf Angkatan Udara AS Sersan. Deandra Cartwright menggendong anak seorang wanita Afganistan yang sedang mencari barang di pusat distribusi pakaian di Liberty Village, 21 September 2021 - Courier Post

Namun, meski mereka kini jadi tamu AS, tanda-tanda tantangan terhadap penanganan pengungsi tetap mencuat. Logistik-logistik membengkak di mana-mana sementara anak-anak para pengungsi tak terhitung jumlahnya. 

Kru-kru konstruksi juga mulai mendorong tumpukan kerikil untuk menambah luas tenda-tenda putih yang menampung para pengungsi. Situasi semrawut ikut terlihat di pagar di mana pakaian-pakaian disampirkan begitu saja. Selain itu, tantangan yang tak terlihat juga sama menakutkannya, terutama di bidang kesehatan mental.