Ekonomi

Wahai Milenial, Begini Cara Gampang Nyicil Rumah Meski Gaji Pas-pasan!

Beberapa alasan yang menjadikan para generasi milenial suka menunda-nunda, bahkan takut membeli rumah


Wahai Milenial, Begini Cara Gampang Nyicil Rumah Meski Gaji Pas-pasan!
Warga melihat kawasan perumahan tapak bersubsidi di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/6/2019). Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Daniel Djumali, mengatakan kuota pembiayaan rumah subsidi yang mencakup proyek Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisi Bunga (SSB) akan segera habis dalam 2 bulan-3 bulan ke depan (sekitar Agustus-September 2019). Hal ini juga bisa menyebabkan banyaknya akad KPR subsidi yang menggantung. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Ada beberapa alasan yang menjadikan para generasi milenial alias generasi X dan generasi Z jadi suka menunda-nunda, bahkan takut membeli rumah. Dari mulai cari tanahnya susah, harga bahan bangunan mahal, harga belinya selangit, gaji masih pas-pasan.

Padahal jika mau mencari informasi lebih banyak dan mempelajari cara membeli rumah yang pas dengan kantong denga lebih baik, perkara membeli rumah bukanlah hal yang sulit atau menakutkan lagi. Membeli rumah dengan gaji yang menurut kamu masih pas-pasan tetap bisa terwujud asal berani berkomitmen.

Kalau takut terus, memang tidak kasian sama dirimu di beberapa tahun kedepan yang masih belum punya aset atas nama sendiri? Tidak mau kan?

Nah, tanpa basa-basi lagi kuy simak bagaimana sih caranya bisa dapat rumah meski gaji yang kalian punya pas-pasan, melansir Cermati.

1. Beli Lewat Program KPR

Kamu bisa mencari rumah dengan harga lebih murah dengan program KPR. Dengan penghasilan Rp5 juta per bulan, maka cicilan maksimal yang bisa diajukan ialah sekitar Rp1 jutaan atau 20% dari gaji.

Banyak kok rumah KPR dengan harga Rp100 jutaan yang masih bisa dekat dengan akses kereta dan tol. Memang jarang yang harganya segitu bisa dekat dengan daerah kantor, tapi jika akses ke kendaraan umum nya mudah, harusnya tidak jadi masalah besar dong.

Kamu bisa ambil tenor 10-15 tahunan sesuai dengan kemampuan kamu dalam mencicilnya. Jika gaji lebih dari Rp5 juta misalnya Rp5,6 juta atau Rp5,8 juta bisa mengambil yang kurang dari 10 tahun tenor.

2. Menyisihkan 40% Gaji untuk Kredit Rumah yang Bukan KPR

Sumber: Cermati