Rahmah

Wahab bin Qabus, Penggembala Kambing yang Mendapat Syahid di Perang Uhud

Ketika Wahab tiba di medan pertempuran Uhud, kala itu kaum muslimin sedang dalam posisi terdesak.


Wahab bin Qabus, Penggembala Kambing yang Mendapat Syahid di Perang Uhud
Ilustrasi Penggembala Kambing (Kalam.sindonews)

AKURAT.CO  Wahab bin Qabus merupakan sahabat Nabi yang bekerja sebagai penggembala kambing di sebuah perkampungan di tengah padang pasir. Wahab merupakan salah seorang sahabat yang telah memeluk Islam pada masa-masa awal Makkah. Namun untuk menghindari pertikaian, Rasulullah SAW meminta Qabus untuk kembali ke kaumnya sampai keadaan sudah aman bagi pemeluk Islam.

Suatu waktu, Wahab memutuskan untuk menemui Rasulullah SAW di Madinah. Wahab berangkat menuju Madinah bersama anak saudaranya serta sekumpulan kambing peliharaannya.

Akan tetapi, setibanya di Madinah, Wahab tidak menemukan Rasulullah SAW, hingga kemudian orang-orang memberitahu jika Rasulullah SAW dan para sahabat sedang menghadapi pertempuran melawan orang kafir Quraisy di Uhud. Setelah mendengar kabar ini, Wahab lalu meninggalkan kambing-kambingnya di Madinah dan segera berangkat menuju Uhud dengan persenjataan lengkap.

Ketika Wahab tiba di medan pertempuran Uhud, kala itu kaum muslimin sedang dalam terdesak. Wahab melihat Rasulullah SAW sedang dikepung beberapa musuh yang siap menyerang. Wahab mendengar Rasulullah SAW berseru, "Sesungguhnya siapa saja yang bisa mencerai-beraikan musuh ini, ia akan menjadi temanku di surga,".

Kemudian Wahab langsung menghambur dan menerjang musuh tanpa ada sedikitpun rasa takut setelah mendengar seruan dari Rasulullah SAW. Sehingga sekumpulan orang kafir yang mencoba menghadangnya dapat dikalahkan.

Tak berselang lama, datang sekelompok yang lain, namun Wahab tetap menyerbu tanpa gentar dan mengayunkan pedangnya sehingga pengepungan terhadap Rasulullah SAW menjadi senggang. Perjuangan sepertinya memang belum selesai, sekelompok yang lain datang kembali dan menghadang serangannya, tetapi Wahab tetap melakukan perlawanan dengan sengit.

Akan tetapi, tampaknya kali ini keadaan tidak berimbang dan akhirnya membuat patah perlawanan Wabab dan ia gugur karena pukulan serta sabetan pedang yang bertubi-tubi menghujani tubuhnya.

Setelah peperangan, Rasulullah SAW berdiri di dekat jasad Wahab yang penuh luka, sambil bersabda, "Wahai Wahab, sesungguhnya kamu telah menyenangkan hatiku, semoga Allah ridha kepadamu, karena sesungguhnya aku ridha kepadamu,".

Rasulullah SAW kemudian memakamkan sendiri jenazah Wahab, meskipun Rasulullah mengalami luka-luka yang cukup parah akibat peperangan di Uhud. []