Ekonomi

Wah! Penerimaan Cukai Bandung Di Dominasi Rokok Elektrik, Sumbang Rp98 M

Wah! Penerimaan Cukai Bandung Di Dominasi Rokok Elektrik, Sumbang Rp98 M
Ilustrasi orang menggunakan rokok elektrik (THESUN.CO.UK)

AKURAT.CO Kepala Kantor Bea Cukai Bandung, Dwiyono Widodo mengungkapkan bahwa cukai dari rokok elektrik (REL) atau biasa yang disebut dengan vape, pods, dan mods ini telah menyumbangkan penerimaan cukai hingga akhir Juli 2022 kemarin.

Menurut Dwiyono, penerimaan Kantor Bea Cukai Bandung didominasi oleh cukai rokok elektrik, yang mana penerimaannya hingga mencapai Rp90 miliar. Selain rokok elektrik, penerimaan kepabeanan Bandung sampai 31 Juli kemarin sebesar Rp16,9 miliar.

Sedangkan penerimaan yang didapat dari cukai sendiri nominalnya mencapai sebesar Rp98,08 miliar.

baca juga:

"Nah penerimaan cukai Rp98,08 miliar didominasi oleh setoran cukai REL Rp90,76 miliar ,sedangkan cukai hasil tembakau (HT) hanya Rp6,97 miliar," ungkap Dwiyono dalam Press Tour di Bandung pada Kamis (11/8/2022).

Dwiyono mengatakan Bandung merupakan kota dengan produsen liquid REL terbesar di Indonesia yaitu mencapai 38 industri produsen vape atau REL. Dengan jumlah industrinya yang cukup dominan di Bandung, ia tidak memungkiri tak semua produsen REL di wilayah kerjanya mempunyai cukai atau ilegal.

“Jadi di Bandung itu jumlah industrinya terbanyak di seluruh Indonesia. Jumlah industrinya ya bukan penerimaan cukainya,” ujar Dwiyono.

Ia menjelaskan meski produsen liquid vape sangat banyak di Bandung, namun tidak semua industri tersebut berskala besar karena bahkan ada yang hanya terletak di bangunan ruko satu atau dua lantai, sehingga tak ayal terkadang masih ada yang 'membandel' menjual liquid REL tanpa cukai.

Mereka yang masih membandel tersebut menurut Dwiyono tidak ingin terpungut cukainya, sehingga hal terebut tidak adil apabila dibandingkan dengan industri kecil liquid di Bandung lainnya, yang menggunakan pita cukai dan memberikan pendapatan ke kas negara.

"Artinya begini, kalau kita adil semuanya harus pake pita, maka semuanya harus pakai pita, kita harus memastikan bahwa industri rokok elektrik ini sama semua, jadi dengan adanya kegiatan intelejen dan juga penindakan ini mereka akan patuh," jelas Dwiyono.