News

Wagub Sumut: Banyak Perusahaan Mengekspolitasi Anak


Wagub Sumut: Banyak Perusahaan Mengekspolitasi Anak
Wagub Sumut Nurhajizah Marpaung (AKURAT.CO/Damai Mendrofa)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Brigjen (Purn) Nurhajizah Marpaung mengungkapkan masih banyak perusahaan yang telah melakukan eksploitasi terhadap anak.

Demikian kata Nurhajizah saat membuka Workshop Nasional dan Regional Stakeholder Meeting Komitmen Implementasi Children’s Rights and Business Principles (CRBP) di Hotel Grand Mercure, Medan, Jumat (11/5).

“Praktik-praktik di lapangan yang sering kita temui adalah perusahaaan-perusahaan banyak yang melakukan eksploitasi terhadap anak. Anak-anak tidak hanya dipekerjakan dengan upah serendah-rendahnya, tetapi juga diberi perkerjaan yang terkadang membahayakan keselamatan dan moral anak,” beber Nurhajizah.

baca juga:

Nurhajizah setuju bahwa salah satu sektor dunia usaha di Sumatera Utara (Sumut) dengan praktik pekerja anak yang paling sering ditemukan di lapangan adalah sektor perkebunan, khususnya perkebunan sawit.

Nurhajizah pun mengaku prihatin saat berkunjung ke Asahan beberapa tahun yang lalu, dan menyaksikan anak-anak yang bekerja di perkebunan sawit.

“Jujur saya merasa iba, anak-anak masih kecil mengangkat sawit, beberapa ada yang sambil merokok. Dimana peran kita, orang dewasa, membiarkan anak-anak kita terenggut masa kecilnya secepat itu,” katanya.

Nurhajizah menegaskan, meski perusahaan perkebunan kelapa sawit memberikan kontribusi ekonomi, di sisi lain keberadaannya menghadirkan bentuk pekerjaan terburuk untuk anak, khususnya kelompok anak kebun dan anak kampung. Tidak hanya kehilangan tempat bermain, kedua kelompok anak ini juga harus mengalami keterbatasan dalam pemenuhan hak dasar.

“Seperti akses sumber air bersih, infrastruktur jalan, jembatan, dan lingkungan yang aman,” sebutnya.

Karena itu Wagub mengapresiasi terlaksananya Workshop dan Meeting Komitmen Implementasi Hak Anak di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit tersebut. Ia berharap pertemuan tersebut memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan tentang hak-hak anak di sektor bisnis.

“Dimana nantinya, hasil akhir dari pertemuan ini adalah komitmen untuk menghormati dan mendukung hak-hak anak di segenap kegiatan usaha dan hubungan usahanya, termasuk di tempat kerja, di pasar, di kalangan masyarakat dan di lingkungannya,” harapnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Keumala Dewi selaku penyelenggara acara menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen dari semua elemen yang ada dalam proses penerapan CRBP.

“Melalui kegiatan ini, kami PKPA, ICCO Cooperation, dan Civic Engagement Alliance Indonesia bekerja sama untuk menjangkau tiga pilar yakni, pemerintah, komunitas kebun kelapa sawit, dan kelompok anak. Tujuannya untuk menghasilkan sebuah lingkungan yang ramah bagi anak,” jelas Keumala.

Dengan slogan “Care Today, Lead Tomorrow”, Keumala dan pihak penyelenggara lainnya berharap usaha-usaha kepedulian dan perhatian yang mereka lakukan untuk anak-anak saat ini, bisa menjadi investasi jangka panjang yang akan menjadikan mereka pemimpin di masa depan.