News

Wagub Riza Setuju Usulan Komisi B DPRD DKI Terkait Evaluasi Pola Kerja Sopir Bus Transjakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria setuju dengan usulan Komisi B DPRD DKI terkait pemeriksaan kesehatan sopir sebelum diizinkan menyetir bus.


Wagub Riza Setuju Usulan Komisi B DPRD DKI Terkait Evaluasi Pola Kerja Sopir Bus Transjakarta
Wagub DKI Jakarta, Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria setuju dengan usulan Komisi B DPRD DKI Jakarta terkait pemeriksaan kesehatan sopir sebelum diizinkan menyetir bus.

Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta selaku regulator akan meningkatkan faktor keselamatan dan kesehatan sopir bus. 

"Saya kira setuju usulan dari teman-teman DPRD baik ya, nanti tentu dari Transjakarta akan melakukan evaluasi terkait jam kerja, kesehatannya akan kita evaluasi kembali akan kita tingkatkan kembali," katanya, Rabu malam di Balaikota Jakarta, Rabu (27/10/2021). 

Dia mengakui pekerjaan sopir bus Transjakarta itu tak mudah. Dibutuhkan konsentrasi penuh selama menjalankan tugas. Meskipun telah dibagi menjadi tiga shift, tetap saja pekejaan sebagai sopir Transjakarta tak mudah. 

"Memang ini tidak mudah seperi yang saya sampaikan. Sekalipun sudah dibagi sehari itu ada tiga shift kan itu, tetapi itu perlu konsentrasi, perlu kesehatan yang lebih prima," ungkapnya. 

Dia menambahkan, pekerjaan sopir bus Transjakarta berbeda dengan sopir angkutan di jalur reguler. Dengan rute bus yang monoton, sopir busway tentu gampang jenuh dan membosankan. Mereka tidak bisa bermanuver seperti layaknya angkutan umum pada jalur reguler. 

"Beda kalau kita nyupir teman-teman bawa di jalan umum beda dengan di busway. Apalagi di busway mereka kan setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun di situ terus bekerjanya. Jadi perlu dicarikan solusi yang terbaik supaya tidak mengantuk, tidak bosan, supaya tetap fokus dan tidak capek," ungkapnya. 

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Azis meminta PT Transportasi Jakarta untuk memperketat pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan awak angkutan sopir bus Transjakarta sebelum diizinkan jalan dari pool. Pemeriksaan kesehatan itu, tidak hanya sekedar formalitas untuk memenuhi kewajiban. Namun benar-benar untuk memastikan kesehatan dan keselamatan sopir dan penumpang. 

Pernyataan politisi PKS itu merupakan buntut dari kasus tabrakan maut yang melibatkan dua bus transjakarta di Jalan MT Haryono. Dia mengatakan, telah memanggil direksi PT TJ untuk meminta penjelasan terkait kejadian itu di forum rapat komisi B DPRD DKI. 

"Rekomendasi kami besok-besok sebelum sopir melakukan opersionalnya harus ada klinik chek up yang mengecek kesehatan, ngantuk atau nggak. Ada dokter yang mengontrol," katanya, Rabu (27/10/2021).[]