News

Wagub DKI Tarik Omongan Setelah Tebar Ancaman ke Helena Lim

Ariza menarik omongannya setelah sebelumnya mengancam tidak memberi suntikan kedua kepada Helena Lim.


Wagub DKI Tarik Omongan Setelah Tebar Ancaman ke Helena Lim
Helena Lim ketika menerima vaksin tahap pertama

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menarik omongannya setelah sebelumnya mengancam tidak memberi suntikan kedua kepada Helena Lim atau dikenal 'crazy rich Jakarta Utara'.

Ariza mengatakan, dosis vaksin corona memang sudah diatur satu orang mendapatkan dua dosis yang diberikan bertahap. Jadi meski Helena terbukti curang, Pemerintah Provinsi DKI tetap akan memberi satu dosis lagi kepadanya.

"Karena orang itu kalau sudah divaksin yang pertama, dia harus mendapatkan vaksin yang kedua. Harus dibedakan masalah kesehatan dan masalah pelanggaran," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2021).

baca juga:

Politisi Gerindra ini mengatakan, bakal mendiskusikan hal ini dengan aparat keamanan yang tengah menangani kasus tersebut, dan mendiskusikannya dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Terkait masalahnya adanya pelanggaran, itu lain lagi, gitu lho. Tapi nanti ini kami tanyakan juga bagaimana bijaknya dan para pihak aparat bagaimana menyikapinya," ucapnya.

Ariza mengaku, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menyikapi masalah ini dengan bijak. Proses hukum Helena tetap diproses.

"Jangan sampai nanti yang bersangkutan malah terganggu kesehatannya. Nanti kita selesaikan secara bijak," tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengancam tidak memberi suntikan kedua vaksin Covid-19 kepada Helena Lim atau dikenal 'crazy rich Jakarta Utara' yang disinyalir memalsukan data untuk mendapat vaksin tahap pertama beberapa waktu lalu.

Dalam metode penyaluran vaksin COVID-19, satu sasaran vaksin menerima dua dosis. Satu dosis suntik pada tahap pertama dan satu dosis lainnya disuntik dua minggu setelahnya.

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu