News

Wagub DKI Sebut Persija Akan Berkantor di Stadion JIS

Stadion sepak bola, Jakarta International Stadium (JIS) yang hampir rampung dibangun, tidak hanya untuk klub sepak bola Ibu Kota, Persija.


Wagub DKI Sebut Persija Akan Berkantor di Stadion JIS
Warga beraktivitas di Kampung Bayam, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (3/3/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, stadion sepak bola, Jakarta International Stadium (JIS) yang hampir rampung dibangun, tidak hanya untuk klub sepak bola Ibu Kota, Persija.

Ariza mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pengelolaan stadion JIS agar seluruh masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan stadion yang disejajarkan dengan Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid itu.

"Stadion JIS ini diperuntukan untuk seluruh masyarakat Jakarta dan Indonesia tentunya. Itu kan kerja sama pengelolaan dengan PSSI agar stadion ini bermanfaat bagi seluruh warga Jakarta dan Indonesia," kata Ariza di Masjid Agung Al Azhar Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Minggu (22/8/2021).

Meskipun stadion ini terbuka untuk seluruh warga negara, namun Ariza mengatakan, salah satu yang menjadi prioritas pihaknya adalah memfasilitasi klub Persija. Macan Kemayoran; julukan Persija, kata Ariza nantinya akan bermarkas di stadion tersebut.

"Tentu dong Persija nanti akan berkantor di situ. Kita tentu prioritaskan Persija yang nanti akan berkantor di JIS," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Project Director Sportainment PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Muhammad Maulana membenarkan kerja sama pihaknya dengan PSSI dalam pengelolaan JIS. Pemanfaatan JIS diperuntukan bagi pembinaan olahraga warga Jakarta. 

Maka dari itu, kata dia, Jakpro melalui pemanfaatan JIS menegaskan akan konsisten membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung kemajuan prestasi olahraga di Jakarta.

Maulana merinci, ada empat poin pokok yang menjadi kerja sama antara Jakpro dan PSSI. Pertama, pelaksanaan event dan pertandingan nasional serta internasional yang dilaksanakan oleh Jakpro. Kedua, pengembangan ekonomi berkelanjutan atas stadion dan kawasan.

"Ketiga pengembangan penggunaan lapangan latih, lapangan utama dan Kawasan serta keempat, pengembangan olahraga sepak bola nasional dengan standar internasional,” kata Maulana dikonfirmasi Akurat.co, Jakarta, Minggu (22/8/2021).