News

Wagub DKI Sebut Fasilitas Isoman Punya Pemerintah Sepi Peminat

Wagub DKI mengaku fasilitas Isoman yang disediakan pihaknya banyak yang lowong


Wagub DKI Sebut Fasilitas Isoman Punya Pemerintah Sepi Peminat
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku fasilitas isolasi mandiri yang disediakan pihaknya saat ini banyak yang lowong dan tak terpakai.

Sebab pasien Covid-19 gejala ringan dan tanpa gejala di DKI Jakarta lebih memilih menggunakan fasilitas milik pribadi ketimbang menempati tempat yang disediakan Pemerintah.

Adapun  jumlah fasilitas isolasi mandiri yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sebanyak 184 tempat dengan kapasitas yang dapat menampung 26.134 orang. 

Hal ini telah tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 891 Tahun 2021 Tentang Penetapan Lokasi Isolasi dan Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Lokasi Isolasi Dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Dalam Kepgub itu, Anies menunjuk sejumlah fasilitas menjadi tempat karantina pasien corona, mulai dari rumah susun, rumah dinas pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Wisma, Gedung Sekolah, Masjid hingga Gelanggan Olahraga Remaja (GOR).

“Masih banyak sisanya, belum terisi. Masyarakat masih banyak menggunakan rumah masing-masing atau tempat masing-masing sebagai tempat isoman,bukan tempat yang disiapkan,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat,  Kamis (29/7/2021).

Ariza mengaku pihaknya selalu meminta masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pihaknya sekarang ini, apalagi buat masyarakat yang punya fasilitas pribadi yang tak memadai diminta agar tak memaksakan mengkarantina diri rumah.

Menurut Ariza pilihan ini sangat berbahaya sebab berpotensi memicu penyebaran corona yang lebih luas lagi.

“Tentu kami mendorong agar mereka kalau mau lebih aman, apalagi rumah tidak memenuhi standar tidak diperbolehkan. Bagi yang rumahnya tidak memenuhi standar, kami minta Pindah ke tempat isoman yang disediakan,” kata Ariza.

Selain  karena banyak yang memilih mengisolasi diri di rumah masing-masing, kosongnya fasilitas yang disediakan Pemerintah klaim Airza lantaran saat ini tingkat kesembuhan pasien penyakit menular itu terus menanjak naik.

Di sisi lain kasus harian wabah ini juga terus menurun dalam beberapa pekan belakangan ini, di mana kasus harian saat ini berkisar dari 2.000 hingga 5.000 pasien sehari setelah sebelumnya jumlah kasus harian berkisar dari 12.000 hingga 14.000 sehari.

“Tentu penurunan di rumah isoman karena ada penurunan Covid-19 itu sendiri, kita berhasil, alhamdulilah dalam beberapa hari ini, mudah2an kita akan terus akan menekan laju penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta,” tutur Ariza.[]