News

Wagub DKI Ragu Data Kematian 1.214 Warga Isoman dari Lapor Covid-19

Wagub DKI meragukan kebenaran data kematian 1.214 warga Ibu Kota yang meninggal dunia saat sedang Isoman.


Wagub DKI Ragu Data Kematian 1.214 Warga Isoman dari Lapor Covid-19
Petugas makam membawa jenazah dengan gerobak. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meragukan kebenaran data kematian 1.214 warga Ibu Kota. Mereka disebut meninggal dunia ketika sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid-19. Data ini dibeberkan oleh Lapor Covid-19 dalam sebuah diskusi virtual yang dihelat pada Kamis (22/7/2021) kemarin.

Ariza tak menampik adanya warga yang meninggal dunia ketika sedang isoman, namun jumlah yang disebut oleh pihak Lapor Covid-19 itu dirasa terlampau banyak dan tak masuk akal.

“Rasanya tidak sebesar itu,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (23/7/2021).

Untuk membuktikan kebenaran data tersebut, Ariza mengaku pihaknya saat ini sedang menyelidiki dan mengumpulkan ulang data-data kematian pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isolasi mandiri. 

Pihaknya sudah mengumpulkan data sejak 1 Januari 2021 hingga sekarang ini, namun yang terkonfirmasi kebenarannya baru sekitar 40 persen.

“Baru 40 persen yang terkonfirmasi, kita sedang mengecek kembali kebenaran untuk memastikan apa betul (kematian mencapai 1.214 orang),” tuturnya.

Keraguan Ariza terhadap data tersebut lantaran pihaknya sudah selalu memberi pelayanan terbaik bagi warga yang tengah isoman, mulai dari menyuplai obat-obatan hingga makanan, bahkan warga yang tak punya fasilitas pribadi untuk isolasi mandiri diberi fasilitas dari pemerintah untuk mengakarantina diri.

Fasilitas yang disediakan tersebut terdiri dari, rumah dinas pejabat Pemprov DKI, rumah susun, wisama, gedung sekolah, masjid, hingga Gelanggang Olahraga Remaja (GOR).

“Pelayanan masyarakat terus kita tingkatkan, kemudian obat-obatan, bantuan-bantuan yang  dibutuhkan, semua terus kita tingkatkan. Pemerintah tugasnya meningkatkan pelayanan secara baik dan cepat,” tuturnya.

Ariza pun meminta warga Jakarta yang sedang menjalankan isoman di rumah agar segera melaporkan diri ke Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW supaya kesehatan mereka dapat dipantau secara berkala. Hal tersebut guna meminimalkan kemungkinan hilangnya data-data kematian pasien yang melakukan tengah isoman di rumah.

“Untuk itu kita minta seluruh masyarakat isoman agar melaporkan. Kemudian petugas memberi tanda di setiap rumah. Dan lebih baik selain isoman di rumah di tempat-tempat yang telah disediakan,”pungkasnya.[]