News

Wagub DKI Pastikan Tidak Ada Siswa yang Nongkrong Usai Sekolah Tatap Muka

Dia memastikan seluruh siswa segera pulang ke rumah usai jam pelajaran.


Wagub DKI Pastikan Tidak Ada Siswa yang Nongkrong Usai Sekolah Tatap Muka
Suasana uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama di SDN Kenari 08 pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memastikan tidak ada siswa yang nongkrong usai mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka yang sedang dilaksanakan sekarang ini. Dia memastikan seluruh siswa segera pulang ke rumah usai jam pelajaran.

Politisi Gerindra mengatakan, salah satu cara agar para siswa ini  langsung pulang adalah memberikan tugas dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan para peserta didik dalam  rentan waktu tertentu. Diakui Ariza kebiasaan nongkrong memang punya risiko besar akan penyebaran Covid-19 ini. 

"Jangan sampai anak-anak kita pulang sekolah malah mampir kemana-mana nanti menimbulkan interaksi dan menjadi penyebaran ini jadi penting. Nanti juga telah pulang, peran guru memberikan tugas kepada murid," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta,  Jalan Medan  Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021). 

baca juga:

Menurut Ariza, selain peran guru dan pihak sekolah mengantisipasi agar siswa tidak nongkrong setelah jam pembelajaran, peran orang  tua kata dia  juga sangat  dibutuhkan, mereka sudah diberi tahu, durasi kegiatan uji coba kegiatan belajar mengajar di dalam kelas hanya 3 sampai 4 jam  saja dan satu siswa hanya kebagian  sehari dalam sepekan untuk mengikuti kegiatan ini. Orang tua juga  diharapkan berperan aktif  mengontrol putra putrinya.  

"Yang  tidak kalah penting adalah siswa dan para ortu,  itu semuanya kita sudah antisipasi,  peran orang tua sudah diketahui, jam sekolah jam berapa," tuturnya.

Sejauh ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum memikirkan untuk menggelar  razia yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menyisir  siswa yang nongkrong usai jam sekolah. Ariza mengatakan pihaknya masih menerapkan pendekatan-pendekatan mudah dipahami para peserta didik agar meninggalkan kebiasaan nongkrong sepulang sekolah. 

"Pengawasan tentu dari kita sendiri, siswa diberikan pemahaman jangan nongkrong, jangan main-main, dan tidak kalah penting peran orang tua, tenaga pendidik akan memonitoring dan petugas-petugas kami di setiap tempat umum di stasiun, untuk mengawasi anak. Namun demikian, jumlah pengawas sangat terbatas, butuh kesadaran kita semua mulai dari guru, orang tua, untuk melakukan pencegahan covid-19," tutupnya.[]

Yohanes Antonius

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first